Pasca Arak-arakan Pegon 2026, Kunjungan Wisata Pantai Watu Ulo Meningkat Signifikan
- 01 April 2026
- Dibaca 173 Kali
Bagikan Via:
Pasca Arak-arakan Pegon 2026, Kunjungan Wisata Pantai Watu Ulo Meningkat Signifikan
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Pasca pelaksanaan kegiatan budaya arak-arakan pegon yang digelar pada 28 Maret 2026 (H+7 Idulfitri), jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, mengalami peningkatan yang signifikan.
Antusiasme masyarakat yang tinggi dalam menyaksikan tradisi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Kegiatan arak-arakan pegon merupakan tradisi khas masyarakat pesisir selatan Jember yang menampilkan arak-arakan sapi yang dihias secara unik dan menarik, serta diiringi dengan sedekah hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat.
Tradisi ini tidak hanya menjadi daya tarik budaya, tetapi juga menjadi magnet wisata yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.
Tidak hanya didominasi oleh wisatawan lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan dari luar daerah yang turut hadir untuk menyaksikan secara langsung kekayaan tradisi budaya Jember.
Kehadiran para pengunjung ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir, khususnya para pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan, mulai dari pedagang kuliner, penjual oleh-oleh, hingga penyedia jasa wisata.
Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan arak-arakan pegon yang dikenal unik, atraktif, dan sarat akan nilai budaya menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan.
Selain itu, momentum libur Lebaran juga dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai waktu yang tepat untuk berwisata bersama keluarga, sehingga semakin memperkuat lonjakan jumlah wisatawan.
Kombinasi antara daya tarik budaya yang khas dan suasana liburan yang masih berlangsung menjadikan kawasan Pantai Watu Ulo sebagai salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi pada periode tersebut.
Berdasarkan data sementara di lapangan, lonjakan kunjungan terlihat sejak hari pelaksanaan hingga beberapa hari setelahnya. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan arak-arakan, tetapi juga menikmati panorama Pantai Watu Ulo serta mencicipi berbagai kuliner khas yang disediakan oleh pelaku UMKM setempat.
Kegiatan ini memberikan dampak positif yang nyata, terutama bagi pelaku usaha lokal. Warung makan, pedagang oleh-oleh, hingga penyedia jasa wisata mengalami peningkatan pendapatan seiring meningkatnya jumlah pengunjung. Selain itu, promosi budaya lokal melalui kegiatan ini juga memperkuat citra Jember sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan potensi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, S.STP. MM, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat serta dampak positif yang dihasilkan dari kegiatan tersebut.
“Arak-arakan pegon tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus kita lestarikan, tetapi juga terbukti mampu menjadi penggerak sektor pariwisata. Peningkatan kunjungan di Pantai Watu Ulo menunjukkan bahwa sinergi antara budaya dan wisata dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu 01 Maret 2026.
Sementara itu, salah satu peserta, Yono (34), warga Ambulu, mengaku antusias mengikuti arak-arakan Pegon tahun ini. Ia bersama kelompoknya telah menyiapkan berbagai dekorasi untuk menghias sapi yang akan diarak.
“Setiap tahun kami selalu ikut, karena ini sudah jadi tradisi turun-temurun. Tahun ini kami ingin tampil lebih maksimal, mulai dari hiasan sapi sampai konsep arak-arakan. Selain sebagai bentuk syukur, ini juga jadi kebanggaan bagi kami bisa menampilkan budaya daerah,” ungkap Yono.
Disporabudpar Jember berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan kegiatan budaya sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata daerah. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikemas secara menarik dan berkelanjutan, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. (ram)