MUSPIKA SUKORAMBI BERSAMA PEMERINTAH DESA KLUNGKUNG LAKUKAN PEMANTAUAN LOKASI LONGSOR DI DAS KALIJOMPO
- 23 Januari 2026
- Dibaca 350 Kali
Bagikan Via:
MUSPIKA SUKORAMBI BERSAMA PEMERINTAH DESA KLUNGKUNG LAKUKAN PEMANTAUAN LOKASI LONGSOR DI DAS KALIJOMPO
PPID JEMBER – Menindaklanjuti arahan Gus Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc, terkait penguatan kesiapsiagaan dan penanganan kebencanaan berbasis kolaborasi lintas sektor, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sukorambi bersama Pemerintah Desa Klungkung melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalijompo, tepatnya di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
Pemantauan dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, mulai pukul 13.20 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Camat Sukorambi diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukorambi, Bagus Hendrawan, S.E., M.M., bersama unsur Muspika lainnya serta didampingi perangkat Pemerintah Desa Klungkung.
Kegiatan ini merupakan langkah respons cepat pemerintah di tingkat kecamatan dalam memastikan kondisi lapangan sekaligus merumuskan langkah mitigasi yang tepat, sejalan dengan kebijakan Gus Bupati Jember yang menekankan kehadiran pemerintah, kecepatan respons, dan penguatan perlindungan masyarakat di wilayah rawan bencana.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya pergerakan tanah pada tebing sungai di sepanjang DAS Kalijompo yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan longsor susulan dan berdampak pada keselamatan warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
Berdasarkan temuan di lapangan, Muspika Sukorambi bersama Pemerintah Desa Klungkung menyepakati langkah tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan. Upaya tersebut meliputi pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala, penyampaian imbauan kepada warga di wilayah berisiko agar bersedia melakukan evakuasi ke Balai Desa Klungkung dan Pustu Klungkung apabila kondisi memburuk, serta penguatan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Jember untuk penanganan sementara melalui pemasangan terpal penahan air dan penetapan garis batas serta tanda bahaya.
Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU BM) guna menormalisasi arah aliran sungai agar kembali pada jalur semula dan tidak terus menggerus tebing yang rawan longsor. Sebagai bagian dari mitigasi jangka menengah dan panjang, Muspika Sukorambi dan Pemerintah Desa Klungkung turut menjalin kerja sama dengan akademisi Universitas Jember (UNEJ) dalam pengembangan Early Warning System (EWS) berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan dini potensi longsor melalui sinyal audio di lokasi serta notifikasi langsung ke perangkat pejabat wilayah terkait.
Sekcam Sukorambi, Bagus Hendrawan, S.E., M.M., menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan implementasi nyata dari kebijakan Bupati Jember Gus Fawait dalam membangun sistem penanganan bencana yang kolaboratif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Sinergi lintas sektor ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan hingga tingkat desa,” ujarnya.
Melalui pemantauan dan langkah tindak lanjut ini, Pemerintah Kecamatan Sukorambi berharap potensi risiko bencana longsor di wilayah DAS Kalijompo dapat ditekan secara signifikan, sejalan dengan visi Gus Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc, dalam mewujudkan Jember yang aman, tangguh, dan berdaya.