Optimasi Lahan Jadi Kunci Peningkatan Produksi, Petani Jember Dibekali Strategi Panen Berkali-kali dalam Setahun
- 06 Juni 2026
- Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
Optimasi Lahan Jadi Kunci Peningkatan Produksi, Petani Jember Dibekali Strategi Panen Berkali-kali dalam Setahun
JEMBER, 06 JUNI 2026 – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember melalui Program Optimasi Lahan (Oplah). Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan bimbingan teknis kepada kelompok tani dan penyuluh pertanian agar mampu mengelola lahan secara lebih optimal sehingga dapat meningkatkan frekuensi tanam dan panen dalam satu tahun.
Kegiatan bimbingan teknis tersebut digelar pada Jumat, 05 Juni 2026 dan dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan sektor pertanian. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember Djamil, jajaran DTPHP yang dipimpin oleh Kosim, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta narasumber dari unsur Kepolisian Resor Jember, Ipda Qori' Novendra, S.H.
Berbeda dari program pembangunan pertanian pada umumnya yang hanya berfokus pada pembangunan fisik lahan, Program Optimasi Lahan kali ini menitikberatkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai kunci keberhasilan program di lapangan. Pemerintah menyadari bahwa keberhasilan peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada infrastruktur pertanian, tetapi juga pada pemahaman petani dalam mengelola dan memanfaatkan lahan yang telah diperbaiki.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari tata cara pelaksanaan program, administrasi kegiatan, pengelolaan kelompok, hingga strategi pemeliharaan hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Djamil, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Program Optimasi Lahan merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan.
Menurutnya, lahan pertanian yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan satu kali panen dalam setahun diharapkan dapat ditingkatkan menjadi dua bahkan tiga kali musim tanam melalui berbagai intervensi dan pengelolaan yang tepat.
“Program Optimasi Lahan ini bukan hanya tentang memperbaiki kondisi lahan, tetapi bagaimana lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pertanian. Harapannya, petani dapat meningkatkan indeks pertanaman sehingga hasil yang diperoleh juga semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik di lapangan, melainkan juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan petani setelah program berjalan.
Karena itu, para peserta dibekali pemahaman teknis maupun administrasi agar mampu menjaga dan mengembangkan hasil program secara mandiri.
“Ketika sarana dan prasarana sudah tersedia, maka yang paling penting adalah bagaimana kita merawat dan memanfaatkannya dengan baik. Dengan begitu manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Sementara itu, Ipda Qori' Novendra, S.H. yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh pihak terkait dalam menyukseskan program pembangunan pertanian.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat, khususnya para petani sebagai pelaku utama di lapangan.
“Program yang baik akan memberikan hasil yang optimal apabila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, kolaborasi dan komitmen bersama menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan pangan,” katanya.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang diberikan. Selain memperoleh materi teknis, mereka juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan lahan pertanian di wilayah masing-masing. (ima)