Pascakunjungan di Balai Desa Lampeji, Bupati Jember Tindak Lanjut Laporan Banjir Luapan Air Sungai Mumbulsari
- 07 April 2026
- Dibaca 187 Kali
Bagikan Via:
Pascakunjungan di Balai Desa Lampeji, Bupati Jember Tindak Lanjut Laporan Banjir Luapan Air Sungai Mumbulsari
JEMBER, 07 APRIL 2026 – Pascakunjungan Bunga Desaku di Balai Desa Lampeji, Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) bergerak cepat merespons keluhan warga terkait luapan air sungai di kawasan Jembatan Pasar Mumbulsari. Menindaklanjuti laporan melalui kanal pengaduan "Wadul Gus’e", Gus Fawait meninjau langsung lokasi terdampak pada Senin malam, 06 April 2026.
Kondisi sungai yang mengalami pendangkalan parah disinyalir menjadi penyebab utama air meluap hingga menggenangi akses jalan dan area pasar setiap kali hujan deras mengguyur. Sebagai langkah darurat, satu unit ekskavator telah diterjunkan ke lokasi untuk memulai proses pengerukan sedimen.
Kunjungan lapangan ini merupakan bentuk komitmen pemkab dalam mengonversi laporan digital menjadi aksi nyata. Gus Fawait menegaskan bahwa dirinya tidak ingin laporan masyarakat hanya berhenti di meja administrasi, terutama yang berkaitan dengan potensi bencana banjir.
"Kita menindaklanjuti dari Wadul Gus’e, di mana di Mumbulsari ada sungai yang mengalami pendangkalan. Jadi setiap hujan begini, coba bisa dilihat, banjir begini," ujar Gus Fawait saat meninjau titik luapan di dekat Jembatan Pasar Mumbulsari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, debit air sungai memang terlihat hampir sejajar dengan bibir jembatan. Material sampah dan endapan lumpur yang mengeras di dasar sungai membuat daya tampung air berkurang drastis. Hal ini diperparah dengan posisi geografis jembatan yang berada di titik rendah.
Meskipun aliran sungai tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gus Fawait menegaskan bahwa urusan keselamatan warga Jember tidak boleh terhambat oleh sekat birokrasi. Langkah awal berupa pengerukan darurat tetap dilakukan oleh Pemkab Jember sembari berkoordinasi dengan pihak provinsi.
"Ini sungai provinsi, tapi tentu kita tadi sudah bantu alat untuk melakukan pengerukan di seputar ini," katanya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa pengerukan saat ini bersifat penanganan jangka pendek (emergency). Untuk solusi permanen, ia akan melakukan komunikasi intensif dengan dinas terkait di level provinsi agar normalisasi sungai dilakukan secara menyeluruh sepanjang aliran Mumbulsari.
"Untuk lebih detailnya, nanti kita tentu akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk segera menerjunkan alat-alat pengerukan guna menyelesaikan masalah ini secara tuntas," tambah Gus Fawait.
Gus Fawait menginstruksikan agar proses pengerukan dikawal ketat hingga aliran air kembali lancar. Ia juga menyinggung mengenai kondisi infrastruktur jalan di sekitar jembatan yang baru saja selesai diaspal oleh pemerintah kabupaten dan tidak ingin aset jalan yang sudah bagus menjadi rusak akibat terendam luapan air secara terus-menerus.
"Dikawal ya Pak, dikeruk terus. Kalau untuk besok, kedaruratan kami akan turun. Terkait jalan ini, ini kan baru diaspal oleh Pemerintah Kabupaten Jember, jadi harus dijaga jangan sampai rusak karena banjir," tegasnya. (nov)