Patahkan Stigma, Momen Hangat Warga Desa Andongsari Sambut Kepulangan Warganya Pasca-Rehabilitasi
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
Patahkan Stigma, Momen Hangat Warga Desa Andongsari Sambut Kepulangan Warganya Pasca-Rehabilitasi
JEMBER, 1 Agustus 2026 — Rasa kepedulian dan kehangatan sosial masih terasa hangat ditunjukkan oleh warga Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Setelah menjalani rangkaian proses rehabilitasi, suasana haru dan kondusif sempat mewarnai momen penyerahan kembali Sukmawati (30), seorang klien ODGJ terlantar yang sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di UPTD Liposos Dinsos PPPA Kabupaten Jember pada Kamis (30/7/2026) lalu.
Sebelum dilarikan dan dirawat di Liposos, Sukmawati sempat membuat warga sekitar resah akibat kondisi kesehatan mentalnya yang tidak stabil. Namun, berkat pendekatan edukatif serta komunikasi intensif yang dibangun oleh tim Liposos bersama perangkat desa dan kecamatan, pihak keluarga dan masyarakat setempat akhirnya siap dan terbuka menerima kembali kepulangannya.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat yang ikut menyambut proses serah terima beberapa hari lalu tersebut menjadi sinyal positif runtuhnya stigma negatif terhadap penderita gangguan jiwa. Hal ini sekaligus membuka ruang yang aman dan ramah bagi Sukmawati untuk menjalani masa pemulihan di tanah kelahirannya.
Kepala UPTD Liposos Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Roni Efendi, S.STP, menegaskan kembali bahwa penerimaan masyarakat adalah kunci utama dalam keberhasilan proses pemulihan klien pasca-rehabilitasi.
"Tujuan akhir dari pelayanan dan rehabilitasi sosial di Liposos adalah mengembalikan fungsi sosial klien agar mereka bisa hidup bermasyarakat kembali secara bermartabat. Kami sangat mengapresiasi kehangatan dan keterbukaan warga Desa Andongsari beserta perangkat desa dan kecamatan yang mau menyambut kembali kepulangan Saudari Sukmawati," ujar Roni Efendi.
"Menghilangkan stigma terhadap ODGJ memang membutuhkan proses dan edukasi yang berkelanjutan. Namun, ketika keluarga dan lingkungan sekitar mau saling bergandengan tangan, khususnya dalam memantau dan menjaga keteraturan konsumsi obat, kami sangat optimistis pemulihan klien dapat berjalan optimal dan berkelanjutan," tambahnya. (ysf)