logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Mangli

Pelatihan Pengelolaan Sampah Warnai Peringatan HLUN 2026 di Mangli, Lansia Diajak Jadi Pelopor Lingkungan Bersih

  • 25 Mei 2026
  • Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
pelatihan-pengelolaan-sampah-warnai-peringatan-hlun-2026-di-mangli-lansia-diajak-jadi-pelopor-lingkungan-bersih-20260526

Pelatihan Pengelolaan Sampah Warnai Peringatan HLUN 2026 di Mangli, Lansia Diajak Jadi Pelopor Lingkungan Bersih

JEMBER, 25 MEI 2026 - Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di Pendopo Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Senin 25 Mei 2026, diisi dengan pelatihan pengelolaan sampah bagi para lansia yang tergabung dalam Karang Werdha. Kegiatan tersebut menghadirkan materi dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mandiri.

Sejak pagi, para peserta lansia tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dalam suasana santai, namun tetap edukatif. Selain menjadi bagian dari peringatan HLUN, pelatihan itu juga bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat lanjut usia mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah tangga masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan DPRKPLH, Mentik Diyah Andayani, S.H., menyampaikan bahwa persoalan sampah saat ini menjadi perhatian serius pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran bersama dari masyarakat.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menggalakkan Gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Ada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri. Presiden Prabowo menggerakkan Gerakan ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Jadi, mulai dari Presiden hingga Bupati saat ini fokus terhadap persoalan sampah karena masalah sampah sangat kompleks,” ujar Mentik Diyah Andayani di hadapan peserta.

Dalam pemaparannya, Mentik juga menyinggung masih adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa pengelolaan sampah mandiri dianggap merepotkan karena warga diminta memilah sampah sendiri dari rumah. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut justru merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat memiliki kesadaran menjaga lingkungan.

“Masih ada yang berpikir, dulu sampah cukup dibuang dan dicampur, sekarang harus dipilah sendiri. Padahal, ini merupakan bentuk kepedulian seorang pemimpin kepada masyarakatnya, yakni melatih dan mewujudkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan,” lanjutnya.

Materi yang diberikan kepada para lansia meliputi pentingnya memilah sampah organik dan anorganik, dampak sampah terhadap kesehatan lingkungan, hingga cara sederhana mengurangi sampah rumah tangga. Para peserta juga diajak memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan dilakukan oleh siapa saja, termasuk kalangan lanjut usia.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta Karang Werdha. Selain menambah pengetahuan, pelatihan itu juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarlansia dalam momentum peringatan HLUN 2026.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para lansia tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan sekitar dalam menjaga kebersihan dan menerapkan pengelolaan sampah mandiri. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, bersih, dan indah sesuai semangat Gerakan ASRI yang tengah digaungkan pemerintah. (anr)

Galeri Foto