Pelayanan Adminduk di Mumbulsari Jember Melonjak Pascaprogram Bunga Desaku
- 10 April 2026
- Dibaca 171 Kali
Bagikan Via:
Pelayanan Adminduk di Mumbulsari Jember Melonjak Pascaprogram Bunga Desaku
JEMBER, 10 APRIL 2026 โ Volume permohonan layanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di Kantor Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini terjadi tepat setelah rangkaian program "Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan" atau Bunga Desaku yang dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, di beberapa desa di wilayah tersebut.
Program tersebut rupanya efektif memicu kesadaran warga mengenai kemudahan birokrasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, ruang pelayanan Kantor Kecamatan Mumbulsari dipadati warga sejak pagi hari. Mereka tidak lagi hanya sekadar bertanya, namun langsung melakukan proses perekaman hingga pencetakan dokumen di tempat.
Salah satu potret terlihat pada kehadiran Sumad, warga lanjut usia (lansia) penyandang tunanetra asal Desa Tamansari. Didampingi kerabatnya, Sumad menempuh perjalanan menuju kantor kecamatan untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk.
Langkah Sumad merupakan bukti nyata bahwa sosialisasi mengenai desentralisasi layanan Adminduk mulai merasuk ke lapisan masyarakat paling bawah. Selama ini, banyak warga di pelosok desa berasumsi bahwa pengurusan dokumen kependudukan yang bersifat teknis harus dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) di pusat kota.
"Dulu saya pikir harus ke kota, ternyata di kecamatan sudah bisa dan cepat. Ini sangat membantu bagi orang seperti saya yang fisiknya terbatas," ujar Sumad saat ditemui di sela proses verifikasi data.
Camat Mumbulsari, Abdul Kadir atau yang akrab disapa Ading, membenarkan adanya tren kenaikan permohonan layanan pasca kehadiran bupati di wilayahnya. Menurut Ading, integrasi layanan yang dibawa oleh program Bunga Desaku memberikan stimulan bagi warga yang sebelumnya enggan mengurus dokumen karena kendala jarak.
"Sebagian besar adalah pemohon KTP baru dari kalangan pemula atau remaja yang baru menginjak usia 17 tahun, serta lansia yang memerlukan pembaruan data untuk akses bantuan sosial," ujar Ading, Jumat 10 April 2026.
Ading menekankan bahwa ketersediaan alat cetak KTP di tingkat kecamatan menjadi kunci utama dan stok ketersediaaan blangko KTP.
"Gus Fawait dalam setiap arahannya selalu menekankan bahwa daerah harus hadir sedekat mungkin dengan rakyat. Di Mumbulsari, kami memastikan mesin cetak berfungsi optimal dan stok blangko tersedia. Jadi, masyarakat yang datang hari ini, jika data tunggalnya sudah siap, KTP bisa langsung dibawa pulang," tambahnya. (nov)