Pembinaan Kios Sinar Tani, DTPHP Jember Dorong Transparansi dari Akar Distribusi Pupuk
- 20 Maret 2026
- Dibaca 189 Kali
Bagikan Via:
Pembinaan Kios Sinar Tani, DTPHP Jember Dorong Transparansi dari Akar Distribusi Pupuk
JEMBER, 20 Maret 2026 - Upaya membenahi tata kelola pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember tidak hanya berhenti pada pengawasan, tetapi juga menyentuh sisi pembinaan langsung di tingkat paling dekat dengan petani. Hal ini terlihat dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember di Kios Sinar Tani, Dusun Gempal, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Rabu, 18 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala DTPHP Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., bersama tim teknis. Berbeda dengan sekadar inspeksi, pendekatan yang dilakukan kali ini lebih menitikberatkan pada penguatan pemahaman pengelola kios agar mampu menjalankan perannya secara tertib dan sesuai dengan ketentuan.
Kios menjadi titik krusial dalam rantai distribusi pupuk bersubsidi. Di sinilah kebijakan pemerintah bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani. Oleh karena itu, pembinaan dinilai penting agar tidak hanya aturan yang dipatuhi, tetapi juga tercipta kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengecekan administrasi penyaluran pupuk, mencocokkan data e-RDKK dengan kondisi riil di lapangan, serta memastikan ketersediaan stok pupuk di gudang kios. Lebih dari itu, dialog langsung dengan pengelola kios menjadi bagian penting untuk menggali kendala sekaligus memberikan solusi.
Djamil menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah preventif agar persoalan distribusi pupuk tidak terus berulang di tingkat petani.
“Kami tidak ingin hanya datang untuk memeriksa, tetapi juga memastikan pengelola kios memahami aturan dan dapat menjalankannya dengan benar. Jika dari hulunya sudah tertib, di hilir juga tidak akan bermasalah,” ujarnya.
Selain itu, tim juga menekankan pentingnya pemasangan daftar harga pupuk sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) secara terbuka. Langkah ini dinilai sederhana, tetapi berdampak besar dalam melindungi petani dari potensi penyimpangan harga.
Pembinaan di Kecamatan Pakusari ini juga sejalan dengan perhatian serius Bupati Jember, Muhammad Fawait, terhadap persoalan pupuk dan sektor pertanian secara umum. Dalam berbagai kesempatan, Gus Fawait menegaskan bahwa distribusi pupuk harus tepat sasaran dan tidak boleh menyulitkan petani.
Ia juga mendorong agar seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga pelaku distribusi di lapangan, bekerja dengan prinsip keterbukaan. Bahkan, masyarakat diminta tidak ragu untuk melaporkan apabila menemukan kendala dalam penyaluran pupuk.
Semangat tersebut menjadi landasan bagi DTPHP untuk terus memperkuat pendekatan pembinaan, bukan hanya pengawasan. Dengan cara ini, diharapkan setiap kios tidak sekadar menjadi tempat distribusi, tetapi juga bagian dari sistem yang sehat dan dapat dipercaya.
Melalui langkah ini, DTPHP Jember berharap distribusi pupuk bersubsidi semakin tertib, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani. Dengan fondasi yang kuat di tingkat kios, harapan untuk mewujudkan sektor pertanian yang lebih stabil dan berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama. (fan)