Pencarian Hari Ketiga, Korban Terseret Ombak di Pantai Payangan Belum Ditemukan.
- 02 Mei 2026
- Dibaca 160 Kali
Bagikan Via:
Pencarian Hari Ketiga, Korban Terseret Ombak di Pantai Payangan Belum Ditemukan.
JEMBER, 02 MEI 2026 - Tim gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap seorang warga yang hilang terseret ombak di Pantai Payangan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, hingga hari ketiga, Jumat 01 Mei 2026. Hingga operasi dihentikan pada pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Mohammad Mas Rukhin (45), warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Ia dilaporkan hilang sejak Selasa 28 April 2026 saat memancing bersama dua rekannya di kawasan belakang Bukit Teluk Love, Pantai Payangan.
Menurut Mashudi, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, peristiwa bermula ketika korban dan dua rekannya berupaya meninggalkan lokasi memancing karena kondisi ombak yang semakin besar. Namun, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan justru dihantam ombak dari arah belakang hingga terjatuh ke depan.
“Korban sempat ditolong oleh rekannya, tetapi karena gelombang cukup tinggi dan arus kuat, korban akhirnya terseret dan hilang,” ujar Mashudi saat dikonfirmasi, Jumat sore.
Dalam operasi pencarian hari ketiga, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Jember, Basarnas Pos Jember, TNI, Polri, serta relawan dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian menggunakan perahu jukung dengan radius sekitar 4 kilometer dari Pantai Payangan.
Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran laut menggunakan perahu LCR di sepanjang perairan Pantai Papuma, Watu Ulo, hingga Payangan. Adapun SRU ketiga menyisir wilayah darat di sepanjang garis pantai yang sama untuk mengantisipasi kemungkinan korban terdampar.
“Upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur yang terlibat, namun hingga sore ini korban belum ditemukan,” kata Mashudi.
Ia menambahkan, kendala utama dalam operasi pencarian adalah kondisi gelombang laut di Pantai Payangan yang cukup tinggi, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran secara optimal.
Operasi pencarian dijadwalkan akan dilanjutkan pada Sabtu 2 Mei 2026 mulai pukul 07.00 WIB, dengan titik kumpul di Pos Pantau SAR Pantai Payangan. Tim gabungan berharap kondisi cuaca dan gelombang dapat lebih bersahabat agar proses pencarian dapat berjalan lebih efektif.
Sejumlah unsur terlibat dalam operasi ini, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polsek dan Koramil Ambulu, Pos TNI AL Puger, tenaga medis dari Puskesmas Wuluhan, pihak Perhutani, serta berbagai relawan dan keluarga korban.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada terhadap potensi bahaya gelombang tinggi, terutama saat beraktivitas di kawasan pesisir selatan Jember yang dikenal memiliki karakter ombak besar. (tgh)