Penguatan Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember, Pemerintah dan Relawan Susun Peta Risiko
- 11 Maret 2026
- Dibaca 190 Kali
Bagikan Via:
Penguatan Kesiapsiagaan Bencana di Kawasan Danau Tunjung Jember, Pemerintah dan Relawan Susun Peta Risiko
JEMBER, 11 MARET 2026 - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus dilakukan di Kabupaten Jember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama berbagai pihak menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana yang dipusatkan di Kantor Desa Suci, Kecamatan Panti.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin 09 Maret 2026 dan Rabu 11 Maret 2026, dengan melibatkan unsur pemerintah, relawan, hingga masyarakat.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kapasitas pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di kawasan aliran Danau Tunjung yang melintasi beberapa desa di wilayah Kecamatan Panti dan Rambipuji. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memperkuat upaya mitigasi bencana berbasis kawasan.
Pada hari pertama, peserta kegiatan melakukan observasi lapangan ke Dam Lo dan Dam Ampel guna melihat secara langsung kondisi aliran air yang berkaitan dengan kawasan Danau Tunjung. Observasi ini dilakukan untuk memahami kondisi aktual di lapangan sekaligus mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memicu terjadinya bencana, seperti banjir atau luapan air saat musim hujan.
Setelah observasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk menyusun peta kawasan aliran Danau Tunjung serta menentukan titik-titik yang dapat digunakan sebagai lokasi evakuasi sementara jika terjadi kondisi darurat. Diskusi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BPBD, DPRD, DPUPR, pemerintah desa, hingga komunitas relawan kebencanaan.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari Kepala Desa Suci, Kepala BPBD Kabupaten Jember, serta perwakilan Komisi D DPRD Kabupaten Jember. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan materi mengenai hasil pemetaan kawasan Danau Tunjung dan pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di kawasan rawan bencana. Menurutnya, pemetaan kawasan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa pemerintah desa, relawan, dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai potensi risiko bencana di kawasan aliran Danau Tunjung. Dengan pemetaan yang jelas, kita bisa menentukan langkah mitigasi dan jalur evakuasi yang lebih tepat,” ujar Edy.
Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember, Sunarsi Khoris, S.Ag., M.Si, menegaskan bahwa dukungan lintas sektor sangat diperlukan dalam upaya penanggulangan bencana di daerah. Ia menilai kegiatan penguatan kapasitas seperti ini penting untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap potensi bencana di sekitarnya.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh kegiatan yang memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat dan relawan,” kata Khoris.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, DPRD Komisi D, DPUPR Bidang Pengairan, Perumda Perkebunan Kahyangan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Destana dari beberapa desa, komunitas relawan, serta unsur masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di kawasan aliran Danau Tunjung. Selain itu, hasil pemetaan yang telah disusun juga diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Jember ke depan. (bob)