logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Jember: Talkshow Lebih Bermanfaat

  • 02 Mei 2026
  • Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
peringati-hardiknas-2026-bupati-jember-talkshow-lebih-bermanfaat-20260502

Peringati Hardiknas 2026, Bupati Jember: Talkshow Lebih Bermanfaat

JEMBER, 02 MEI 2026 - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, di Kabupaten Jember, digelar dengan cara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jika sebelumnya Hardiknas diperingati dengan menggelar upacara, tahun ini diperingati dengan menggelar talkshow.

Talkshow ini sendiri digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, dengan menghadirkan pakar pendidikan nasional, Dr. Itje Chodidjah, M.A., Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) sebagai narasumber utama.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan talkshow dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, lebih memberi manfaat daripada sekedar upacara seremonial.

"Tadi bapak ibu guru, kami melalui Kadispendik memerintahkan untuk menggelar upacara Hardiknas disekolahnya masing-masing, dan sorenya, dilanjutkan dengan talkshow, dan saya kira talkshow ini lebih bermanfaat, karena kita belajar menambah ilmu dari narasumber yang kita hadirkan, dimana beliau (Itje Chodijah) adalah pakarnya pendidikan," ujar Bupati Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan, bahwa tugas guru, bukan hanya disekolah saja, tapi di luar sekolah, tugas seorang guru juga terus melekat secara pribadi, karena murid atau anak-anak, akan meniru apa yang dilakukan oleh guru, tidak hanya saat disekolah, tapi diluar sekolahpun juga akan ditiru.

Oleh karenanya, seorang guru harus bisa menjaga sikap, terlebih saat mendapatkan tugas. "Seperti kemarin saat mendapat tugas verval, di video mengeluhkan tugas yang diemban, ini juga akan menjadi contoh untuk murid-muridnya," sindir Bupati yang mendapat applause dari peserta talkshow.

Tidak hanya itu, tidak sedikit guru bersikap sopan saat di hadapan murid atau disekolah, tapi saat di media sosial, malah menunjukkan etika yang tidak mencerminkan seorang guru, hal seperti ini harus dijaga dan dihindari.

"Disekolah berpenampilan sopan, begitu live di tiktok, malah joget-joget, bahkan dulu pernah kan ada yang viral?" ujarnya.

Bupati juga menyampaikan, bahwa setiap kebijakan, tidak semuanya manis atau bagus menurut sejumlah masyarakat, ada juga kebijakan pahit yang akan berdampak manis di akhirnya.

"Seperti obat, itu pahit, tapi bisa menyehatkan, begitu juga dengan tugas verval kemarin, bisa dikatakan pahit, tapi itu untuk kemajuan Jember dalam mengentaskan kemiskinan," jelasnya.

Sementara Itje Chodijah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa adakalanya kebijakan seorang pemimpin, dalam hal ini Bupati yang begitu baik, namun tidak tersampaikan ke jajaran dibawahnya.

"Salah satu contoh, Bupati memberikan kebijakan lewat surat untuk guru melalui Sekda, kemudian oleh Sekda diteruskan ke Kepala Dinas, dan dilanjutkan ke Pengawas, biasanya, oleh Pengawas tidak dibaca, tapi langsung diteruskan ke kepala sekolah, disini kadang ada benang merah atau penyampaian yang terputus, tapi itu tidak di Jember ya, ada di daerah luar Jember kok," ujar Itje dengan gurauannya.

Itje juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Jember, bahwa tugas guru tidak hanya saat disekolah dan bertemu dengan murid atau anak-anak didiknya. Tapi juga perilaku sehari-hari, juga akan dicontoh oleh murid-muridnya. (al)

Galeri Foto