Perkuat Bonding Orang Tua-Anak, TP PKK Kaliwates Hadirkan Strategi Humanis Tangkal Narkoba
- 08 April 2026
- Dibaca 225 Kali
Bagikan Via:
Perkuat Bonding Orang Tua-Anak, TP PKK Kaliwates Hadirkan Strategi Humanis Tangkal Narkoba
KALIWATES โ Langit cerah di atas Kecamatan Kaliwates pada Rabu (8/4/2026) pagi mengiringi langkah puluhan orang tua dan kader TP PKK yang berkumpul di aula pertemuan. Di tengah hiruk-pikuk perkembangan era digital yang kian masif, sebuah diskusi krusial digelar untuk menjawab kecemasan kolektif mengenai ancaman narkotika yang kian cerdik menyasar generasi muda. Mengangkat tajuk "Bukan Sekadar Kata 'Jangan'", agenda ini bertujuan membedah strategi pendampingan remaja agar mereka memiliki imunitas mental untuk menolak rayuan barang haram tersebut.
Realitas hari ini menunjukkan tantangan yang tidak mudah. Pendekatan konvensional yang cenderung kaku dan menghakimi sering kali justru menciptakan tembok pemisah antara orang tua dan anak. Akibatnya, remaja yang tengah mencari jati diri lebih memilih mencari pelarian atau perlindungan pada kelompok pergaulan yang belum tentu positif. Konflik komunikasi inilah yang sering menjadi celah masuknya pengaruh narkoba, di mana para pengedar masuk melalui sisi emosional remaja yang merasa tidak dimengerti di rumah.
Menanggapi fenomena tersebut, Dr. Abadi Sanorsa, S.E, S.H, M.M, hadir sebagai pemateri utama untuk memberikan perspektif baru. Beliau menekankan bahwa benteng terkuat melawan pergaulan bebas bukanlah pengawasan yang mengekang, melainkan ikatan emosional atau bonding yang kokoh. Menurutnya, orang tua harus mampu bertransformasi menjadi pendengar yang aktif dan teman diskusi yang setara bagi anak mereka sendiri.
"Komunikasi adalah kunci. Orang tua perlu belajar cara berbicara dari hati ke hati tanpa harus terkesan menyidang atau menghakimi. Ketika anak merasa nyaman bercerita tentang kegelisahannya, maka pengaruh luar, termasuk narkoba, akan sulit menembus pertahanan diri mereka. Kita harus hadir bukan sebagai polisi bagi anak, melainkan sebagai dermaga tempat mereka pulang," tegas Dr. Abadi Sanorsa dalam sesi materinya.
Selain aspek komunikasi, Dr. Abadi juga mengupas tuntas mengenai pentingnya kepekaan orang tua dalam mengenali perubahan perilaku anak sejak dini. Fokus edukasi ini memberikan pemahaman teknis tentang ciri-ciri fisik dan psikologis jika seorang anak mulai terpapar pengaruh negatif, mulai dari perubahan pola tidur, sifat yang tiba-tiba tertutup, hingga fluktuasi emosi yang tidak stabil. Deteksi dini yang didasari kasih sayang diyakini mampu menyelamatkan masa depan anak sebelum terjerumus lebih dalam.
Sosialisasi ini ditutup dengan harapan besar agar setiap rumah di Kaliwates menjadi zona nyaman bagi remaja. Dengan terbangunnya kepercayaan antara orang tua dan anak, diharapkan generasi muda Kaliwates tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan mampu berkata "tidak" pada narkoba atas kesadaran diri sendiri. Langkah preventif melalui penguatan fungsi keluarga ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah kecamatan dan TP PKK dalam menjaga integritas sosial dan kualitas hidup warganya di masa depan.