logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Perkuat Kebijakan Pembangunan, DTPHP dan BPS Jember Samakan Persepsi Pengelolaan Data Pertanian

  • 21 Mei 2026
  • Dibaca 63 Kali
Bagikan Via:
perkuat-kebijakan-pembangunan-dtphp-dan-bps-jember-samakan-persepsi-pengelolaan-data-pertanian-20260522

Perkuat Kebijakan Pembangunan, DTPHP dan BPS Jember Samakan Persepsi Pengelolaan Data Pertanian

JEMBER, 21 MEI 2026 - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember menggelar kegiatan koordinasi dan penyamaan persepsi terkait pengelolaan data pertanian di Aula DTPHP Jember, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pendataan pertanian agar lebih terarah, akurat, dan terstandar mulai dari proses pengumpulan hingga pelaporan data.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran BPS Kabupaten Jember, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Djamil, beserta seluruh jajaran terkait. Pertemuan ini bertujuan menyatukan pemahaman seluruh pihak agar pengelolaan data pertanian di Kabupaten Jember dapat berjalan lebih optimal dan terintegrasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta membahas berbagai hal teknis mengenai proses pendampingan dan supervisi pendataan pertanian di lapangan. Penyamaan persepsi dinilai penting agar setiap data yang dihimpun memiliki standar yang sama, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan pertanian.

Kepala DTPHP Kabupaten Jember, Djamil, menegaskan bahwa data yang akurat memiliki peran sangat penting dalam menentukan arah pembangunan sektor pertanian. Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh kualitas data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan.

“Data pertanian harus benar-benar valid dan sesuai kondisi di lapangan. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antara DTPHP, BPS, dan para PPL perlu terus diperkuat agar proses pengumpulan data tidak mengalami perbedaan persepsi. Dengan demikian, hasil pendataan akan lebih konsisten dan mampu menggambarkan kondisi pertanian secara nyata.

Sementara itu, pihak BPS Kabupaten Jember menyampaikan bahwa pendampingan dan supervisi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data. Melalui koordinasi yang baik, seluruh petugas diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai metode pendataan, mekanisme pelaporan, hingga validasi data pertanian.

Menurut perwakilan BPS Jember, data yang berkualitas tidak hanya berguna bagi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan pertanian secara lebih luas. Oleh sebab itu, proses pendataan harus dilakukan secara teliti, transparan, dan berkelanjutan.

“Sinkronisasi data menjadi hal yang sangat penting. Ketika seluruh pihak memiliki persepsi yang sama, maka data yang dihasilkan akan lebih akurat dan dapat mendukung kebijakan pembangunan pertanian secara maksimal,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para Penyuluh Pertanian Lapangan juga diberikan penguatan terkait pentingnya ketelitian dalam proses pendataan di tingkat lapangan. PPL menjadi ujung tombak dalam menghimpun informasi pertanian karena berhubungan langsung dengan kondisi petani dan lahan pertanian di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan koordinasi ini, DTPHP dan BPS Kabupaten Jember berharap sistem pengelolaan data pertanian ke depan dapat semakin baik dan terintegrasi. Data yang akurat diyakini mampu mendukung terciptanya kebijakan pembangunan pertanian yang lebih efektif, mulai dari perencanaan program, penyaluran bantuan, hingga evaluasi kebijakan di sektor pertanian.

Selain itu, sinergi antarlembaga juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap data pertanian yang dihasilkan. Dengan adanya standar dan mekanisme yang sama, proses pelaporan akan menjadi lebih tertib dan mudah dipantau.

Kegiatan penyamaan persepsi ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat sektor pertanian melalui tata kelola data yang baik. Pemerintah berharap, langkah tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Jember. (ima)

Galeri Foto