Permudah Akses Layanan Publik, Kelurahan Antirogo Antar e-KTP Langsung ke Rumah Lansia
- 04 Agustus 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Permudah Akses Layanan Publik, Kelurahan Antirogo Antar e-KTP Langsung ke Rumah Lansia
JEMBER, 04 AGUSTUS 2026 – Mengurus administrasi kependudukan kerap menjadi tantangan bagi warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan fisik maupun mobilitas. Menjawab persoalan itu, Pemerintah Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, menghadirkan layanan jemput bola dengan mengantarkan langsung Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) ke rumah warga lansia. Langkah ini memastikan hak masyarakat atas dokumen kependudukan tetap terpenuhi tanpa harus datang dan mengantre di kantor pelayanan.
Pelayanan tersebut diberikan kepada Hanadi, salah seorang warga lansia Kelurahan Antirogo, Selasa 04 Agustus 2026. Aparatur kelurahan mendatangi kediamannya untuk menyerahkan e-KTP secara langsung sebagai bentuk pelayanan yang mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan kepedulian terhadap kelompok rentan.
Bagi warga lanjut usia, kepemilikan e-KTP bukan sekadar identitas diri. Dokumen tersebut menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai layanan publik, mulai dari pelayanan kesehatan, bantuan sosial, layanan perbankan, hingga administrasi pemerintahan lainnya. Karena itu, pemerintah memastikan keterbatasan usia maupun kondisi fisik tidak menjadi penghalang bagi masyarakat memperoleh haknya.
Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono, SE, MM, mengatakan pelayanan jemput bola lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak boleh menunggu warga datang ketika mereka justru mengalami kesulitan mengakses pelayanan.
"Pelayanan publik harus mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama warga lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas. Kami memilih hadir langsung ke rumah agar mereka tetap memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa harus bersusah payah datang ke kantor. Negara harus hadir untuk memudahkan, bukan menyulitkan," ujarnya.
Menurut Teguh, pelayanan yang berpihak kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun pemerintahan yang responsif sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pemerintah di tingkat kelurahan.
"Bagi kami, ukuran keberhasilan pelayanan bukan banyaknya warga yang datang ke kantor, tetapi seberapa banyak masyarakat yang terbantu. Ketika seorang lansia dapat menerima e-KTP di rumahnya dengan aman dan nyaman, itulah wujud pelayanan prima yang sesungguhnya," tegasnya.
Program jemput bola tersebut juga menjadi bentuk komitmen Kelurahan Antirogo dalam mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Selain memangkas hambatan akses, layanan ini memberikan kepastian bahwa kelompok rentan tetap memperoleh hak yang sama sebagai warga negara.
Melalui pendekatan pelayanan yang proaktif, Pemerintah Kelurahan Antirogo berharap tidak ada lagi warga yang tertinggal dalam kepemilikan dokumen kependudukan akibat faktor usia, kesehatan, maupun keterbatasan mobilitas. Langkah sederhana itu sekaligus menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari kecepatan administrasi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (dan)