Persalinan Prematur hingga Inkubator Gratis, Warga Kranjingan Rasakan Manfaat UHC Prioritas
- 25 April 2026
- Dibaca 155 Kali
Bagikan Via:
Persalinan Prematur hingga Inkubator Gratis, Warga Kranjingan Rasakan Manfaat UHC Prioritas
JEMBER, 25 APRIL 2026 - Program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya datang dari Amsia, seorang ibu yang menjalani proses persalinan prematur hingga perawatan intensif bayi di rumah sakit daerah tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Persalinan tersebut berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026 di RSUD dr. Soebandi, setelah sebelumnya pasien sempat mendapatkan penanganan awal di puskesmas setempat.
Ibu tersebut mengisahkan, sebelum melahirkan dirinya mengalami pecah ketuban yang ditandai dengan keluarnya cairan dan darah. Ia kemudian segera menuju fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
“Dari puskesmas sudah pembukaan satu, langsung dirujuk ke rumah sakit,” ujar Amsia, saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Sabtu 25 April 2026.
Pada saat persalinan, usia kandungan baru memasuki 33 minggu atau sekitar 7 bulan, sehingga bayi yang dilahirkan tergolong prematur dan membutuhkan penanganan khusus.
Bayi tersebut pun sempat mendapatkan perawatan menggunakan inkubator selama kurang lebih satu minggu. Setelah itu, kondisi bayi terus dipantau melalui kontrol lanjutan di rumah sakit, termasuk saat mengalami gejala kuning yang juga memerlukan penanganan medis tambahan.
Meski melalui proses persalinan yang cukup kompleks hingga perawatan intensif, seluruh layanan kesehatan yang diterima dipastikan gratis melalui program UHC Prioritas. “Enggak ada biaya tambahan, semuanya gratis,” ungkapnya.
Menariknya, ibu tersebut mengaku sebelumnya tidak terlalu memahami secara detail tentang program UHC. Namun, ia merasakan langsung manfaatnya saat menjalani proses persalinan hingga perawatan bayinya.
“Terima kasih kepada Gus Fawait atas bantuannya, ini sangat memudahkan masyarakat, terutama yang sedang sakit,” ucapnya.
Ia pun berharap program seperti ini dapat terus berjalan dan dirasakan oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam menjamin akses pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan tanpa beban biaya. (fat)