PKL Sabtuan Dukung Penataan RS Paru Jember, Berharap Dibina dan Diberi Solusi yang Adil
- 03 Juni 2026
- Dibaca 15 Kali
Bagikan Via:
PKL Sabtuan Dukung Penataan RS Paru Jember, Berharap Dibina dan Diberi Solusi yang Adil
JEMBER, 03 JUNI 2026 – Semangat mendukung peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat ditunjukkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan Sabtuan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari.
Di tengah proses sosialisasi dan pembongkaran pagar RS Paru Jember, pada Rabu, 03 Juni 2026, para pedagang menyatakan dukungannya terhadap langkah penataan yang dilakukan, sembari berharap keberadaan mereka tetap mendapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah.
Ketua Paguyuban PKL Sabtuan, H. Anshori, mengatakan bahwa para pedagang memahami pentingnya keberadaan RS Paru Jember sebagai rumah sakit rujukan yang nantinya akan melayani masyarakat luas. Karena itu, pihaknya mendukung pelaksanaan pembongkaran pagar dan berbagai tahapan yang diperlukan untuk mendukung operasional rumah sakit.
“Kami dan seluruh PKL yang beraktivitas di kawasan ini mendukung pelaksanaan pembongkaran pagar RS Paru Jember. Kami memahami bahwa rumah sakit ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Anshori berharap para pedagang yang selama ini mencari nafkah di kawasan tersebut tidak dipandang sebagai pihak yang harus disingkirkan. Menurutnya, para PKL lebih membutuhkan pembinaan dan penataan agar dapat beraktivitas secara tertib dan selaras dengan keberadaan rumah sakit.
“Harapan kami sederhana, PKL jangan digusur, jangan dibinasakan, tetapi dibina. Dengan pembinaan yang baik, semua bisa berjalan bersama. Rumah sakit bisa berkembang dan pedagang juga tetap bisa mencari nafkah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa para PKL telah beraktivitas di kawasan Sabtuan jauh sebelum pembangunan gedung baru RS Paru Jember direncanakan. Oleh sebab itu, ia berharap pemerintah dapat hadir memberikan solusi yang tepat, adil, dan berpihak kepada semua pihak.
Menurutnya, penataan kawasan tidak harus menghilangkan keberadaan pedagang. Justru melalui pembinaan dan pengelolaan yang baik, kawasan sekitar rumah sakit dapat menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman.
“Pemerintah perlu turun tangan membina PKL Sabtuan agar kawasan ini menjadi indah dan tertib. Kami siap mengikuti aturan selama ada komunikasi dan solusi yang baik. Prinsip kami sederhana, PKL aman, rumah sakit jalan,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Kebonsari Edy Hariyanto menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan bukanlah kegiatan penertiban PKL. Sosialisasi dilaksanakan sebagai sarana komunikasi antara berbagai pihak terkait rencana pembongkaran pagar RS Paru Jember.
“Kegiatan ini bukan penertiban PKL. Kami berharap dengan komunikasi yang baik antara semua pihak, seluruh proses dapat berjalan lancar sesuai rencana dan rumah sakit dapat segera beroperasi untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Melalui dialog yang terbuka, suasana sosialisasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Aspirasi para pedagang pun dapat tersampaikan dengan baik. Harapannya, keberadaan RS Paru Jember sebagai pusat layanan kesehatan baru dapat berjalan beriringan dengan penataan kawasan yang tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya di kawasan Sabtuan. (aji)