Program Home Care Gus Bupati Jember Direspons Melalui Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Kaliwates, Perkuat Sistem Rujukan untuk Menekan AKI dan AKB
- 01 Agustus 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Program Home Care Gus Bupati Jember Direspons Melalui Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Kaliwates, Perkuat Sistem Rujukan untuk Menekan AKI dan AKB
Kaliwates – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui Program Home Care yang digagas Bupati Jember, Dr. H. Gus Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., terus mendapat dukungan nyata dari pemerintah di tingkat kelurahan. Sebagai bentuk tindak lanjut atas program tersebut, Pemerintah Kelurahan Kaliwates menyelenggarakan Kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Tata Laksana Rujukan sebagai Upaya Pencegahan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang berlangsung di Bukit Nuansa Cafe & Resto, Kecamatan Jenggawah, pada Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat, khususnya dalam mendeteksi dini kehamilan berisiko, mempercepat proses rujukan, serta mendukung keberhasilan Program Home Care yang mengedepankan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga.
Sebanyak 70 kader Posyandu dari 14 Posyandu di Kelurahan Kaliwates mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos., Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M., Ketua TP PKK Kelurahan Kaliwates, Kepala Puskesmas Kaliwates dr. Rumi Enggarwati, M.M., jajaran bidan dan perawat dari Pustu Kelurahan Kaliwates, Ketua DESTANA Kelurahan Kaliwates, Ketua Posbankum Kelurahan Kaliwates, lima orang staf Kelurahan Kaliwates, Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum, serta Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS).
Dalam sambutannya, Lurah Kaliwates Abdul Khamil, S.Si., S.Sos., M.M. menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang keberadaannya sangat menentukan keberhasilan berbagai program kesehatan pemerintah, termasuk Program Home Care yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jember.
"Program Home Care yang diinisiasi Bapak Bupati merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Agar program tersebut berjalan optimal, diperlukan kader Posyandu yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepekaan dalam mengenali kondisi ibu hamil, bayi, maupun balita dan warga masyarakat rentan sesuai kriteria yang membutuhkan penanganan segera. Melalui penguatan kapasitas ini, kami berharap kader semakin siap menjadi mitra tenaga kesehatan dalam menyelamatkan ibu, bayi dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan home care sesuai dengan kriteria yang ada," ujar Abdul Khamil.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Camat Kaliwates Dwi Sunu Arinugroho, S.Sos. Dalam arahannya, Camat menekankan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada keterlibatan aktif kader Posyandu sebagai penghubung antara masyarakat dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Program Home Care akan berjalan lebih efektif apabila didukung kader Posyandu yang tanggap, terampil, dan memiliki kemampuan melakukan deteksi dini serta rujukan yang cepat. Kader adalah mitra strategis pemerintah yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas seperti ini harus terus dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan angka kematian ibu maupun bayi dapat ditekan," tutur Dwi Sunu Arinugroho.
Berbeda dengan pelatihan konvensional, kegiatan diawali dengan outbound dan permainan kelompok yang melibatkan seluruh kader Posyandu. Berbagai aktivitas dirancang untuk membangun kekompakan, meningkatkan komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.
Suasana penuh keakraban dan antusiasme tampak mewarnai seluruh rangkaian outbound. Selain memberikan penyegaran, kegiatan tersebut juga menjadi media membangun solidaritas antar-kader dari 14 Posyandu sehingga koordinasi dalam memberikan pelayanan kesehatan di lapangan dapat berlangsung semakin efektif.
Materi teknis kemudian disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kaliwates, dr. Rumi Enggarwati, M.M., bersama tim tenaga kesehatan Puskesmas Kaliwates. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai deteksi dini faktor risiko kehamilan, pengenalan tanda bahaya pada ibu hamil dan bayi, mekanisme tata laksana rujukan berjenjang, komunikasi efektif dengan keluarga pasien, serta koordinasi antara kader Posyandu, bidan, Pustu, Puskesmas, hingga rumah sakit dalam menangani kasus kegawatdaruratan maternal dan neonatal, serta terkait juga pelayanan kesehatan Home Care bagi masyarakat sesuai kriteria yang telah ditentukan.
Menurut dr. Rumi Enggarwati, keberhasilan menekan AKI dan AKB sangat ditentukan oleh kecepatan mengenali tanda bahaya dan ketepatan dalam melakukan rujukan.
"Sebagian besar kasus kegawatdaruratan dapat dicegah apabila tanda bahaya dikenali lebih awal. Di sinilah peran kader Posyandu menjadi sangat penting sebagai pendeteksi awal sekaligus penghubung masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Semakin cepat proses rujukan dilakukan, semakin besar peluang keselamatan ibu dan bayi," jelasnya.
Selain memperkuat kompetensi teknis kader, kegiatan ini juga menjadi forum konsolidasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, TP PKK, DESTANA, Posbankum, serta para kader Posyandu dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, terpadu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Kaliwates menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program Home Care Gus Bupati Jember melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, penguatan jejaring pelayanan hingga tingkat lingkungan, serta pemberdayaan kader Posyandu sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.
Dengan meningkatnya kemampuan kader Posyandu dalam tata laksana rujukan, diharapkan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang cepat, berkualitas, dan merata bagi seluruh masyarakat Kelurahan Kaliwates.