Putus Rantai Penularan, Nakes Puskesmas Banjarsengon Gencarkan Program KR IK TB di Wilayah Slawu
- 02 April 2026
- Dibaca 230 Kali
Bagikan Via:
Putus Rantai Penularan, Nakes Puskesmas Banjarsengon Gencarkan Program KR IK TB di Wilayah Slawu
JEMBER, 02 APRIL 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menekan angka kasus penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Selasa, 31 Maret 2026, jajaran tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Banjarsengon melaksanakan kegiatan strategis berupa Kunjungan Rumah dalam rangka program Kontak Rumah dan Investigasi Kontak (KR IK) TB.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Lingkungan Puring, Kelurahan Slawu ini menyasar kediaman pasien atas nama Nn. Fara yang bertempat di rumah Bapak Sugiantoro, Jalan Manyar, RT 02 RW 02. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh petugas kesehatan Puskesmas Banjarsengon, Citra Dewi Y. S, sebagai bagian dari langkah proaktif pelacakan dan pencegahan penyebaran bakteri di lingkungan keluarga serta masyarakat sekitar.
Program KR IK TB merupakan salah satu pilar utama dalam strategi nasional penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia. Istilah KR (Kontak Rumah) merujuk pada pemeriksaan terhadap individu yang tinggal satu atap dengan pasien TB aktif, mengingat mereka memiliki risiko tertinggi terpapar.
Sementara itu, IK (Investigasi Kontak) adalah kegiatan pelacakan aktif yang dilakukan petugas atau kader kesehatan untuk mencari orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien, baik di dalam rumah maupun di lingkungan kerja dan sosial.
Dalam kunjungan rumah di Slawu tersebut, Citra Dewi tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik sederhana kepada anggota keluarga, tetapi juga memberikan edukasi mendalam. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mengenai pentingnya etika batuk, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan matahari masuk ke dalam ruangan dengan optimal untuk membunuh bakteri.
Petugas juga memberikan arahan terkait kepatuhan minum obat bagi pasien dan pemantauan gejala bagi kontak erat. Jika ditemukan anggota keluarga yang menunjukkan gejala seperti batuk berdahak terus-menerus, demam, atau penurunan berat badan secara drastis, petugas akan segera mengarahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan uji dahak atau Tes Cepat Molekuler (TCM) di puskesmas.
Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon, drg. Driana Desy Purwaningsih, M.Kes., menegaskan bahwa kunjungan lapangan seperti ini adalah kunci utama dalam memutus rantai penularan.
“Kami tidak bisa hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Melalui kegiatan KR IK TB ini, kami melakukan jemput bola. Harapan kami, penemuan kasus dapat dilakukan sedini mungkin sebelum kondisi pasien memburuk atau menulari orang lain. Dengan deteksi dini, angka kesembuhan akan meningkat dan angka kematian akibat TB dapat ditekan secara signifikan,” ujar Desy, dikutip Kamis, 02 April 2026.
Puskesmas Banjarsengon menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Selain pengobatan, aspek pencegahan melalui edukasi dan pemantauan berkala akan terus menjadi prioritas. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TB, melainkan memberikan dukungan moral agar pasien semangat menjalani pengobatan hingga tuntas. Dengan sinergi antara nakes dan masyarakat, diharapkan wilayah Slawu dan sekitarnya dapat segera bebas dari ancaman Tuberkulosis. (sgk)