logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Reformasi Tata Kelola Nakes, Perawat di Jember Bisa Pimpin Puskesmas

  • 11 April 2026
  • Dibaca 213 Kali
Bagikan Via:
reformasi-tata-kelola-nakes-perawat-di-jember-bisa-pimpin-puskesmas-20260411

Reformasi Tata Kelola Nakes, Perawat di Jember Bisa Pimpin Puskesmas

JEMBER, 11 APRIL 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember mulai membuka ruang lebih luas bagi tenaga kesehatan non-dokter untuk menduduki jabatan struktural di fasilitas kesehatan. Salah satu terobosan yang diumumkan adalah memberi kesempatan kepada perawat untuk memimpin Puskesmas, posisi yang selama ini cenderung didominasi oleh profesi dokter.

Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam acara halalbihalal sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu, 11 April 2026.

“Baru kali pertama dalam sejarah Jember, ada perawat yang diberi kesempatan menjadi Kepala Puskesmas,” kata Fawait dalam sambutannya.

Menurut Bupati, langkah ini merupakan bagian dari upaya merombak pola lama dalam tata kelola sumber daya manusia sektor kesehatan. Pemerintah daerah tidak lagi membatasi jabatan hanya berdasarkan latar belakang profesi semata, melainkan mulai membuka peluang berdasarkan kinerja dan kompetensi.

“Kita ingin mengubah pola pikir lama. Jabatan bukan monopoli satu profesi, tapi diberikan kepada yang mampu dan berkinerja baik,” ujarnya.

Fawait menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan tenaga kesehatan di Jember sering tersegmentasi berdasarkan profesi, seperti dokter, perawat, dan bidan. Reformasi ini diharapkan dapat menghilangkan sekat-sekat tersebut dan mendorong semangat kolaborasi lintas profesi.

“Pemkab ingin merangkul semua elemen nakes, dari dokter spesialis, dokter umum, bidan, hingga perawat. Peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak bisa dicapai tanpa kerja kolektif,” tegas Fawait.

Sementara itu, Camat Sumbersari Deni Hadiatullah menyambut positif kebijakan baru ini. “Kebijakan ini sangat progresif dan memberi motivasi besar bagi seluruh perawat di Jember. Kami berharap terobosan ini dapat diikuti oleh seluruh kecamatan agar pelayanan kesehatan di tingkat primer semakin baik,” kata Deni Hadiatullah.

Selain reformasi tata kelola tenaga kesehatan, Pemkab Jember juga mendorong sejumlah program prioritas di sektor kesehatan. Di antaranya adalah percepatan Universal Health Coverage (UHC), penambahan 1.200 tenaga kesehatan baru, serta pengembangan layanan homecare.

Lebih jauh, Bupati Fawait menyampaikan target ambisius untuk menjadikan Jember sebagai salah satu destinasi wisata medis di Jawa Timur. Konsep ini terinspirasi dari praktik di beberapa negara yang berhasil menjadikan layanan kesehatan sebagai daya tarik ekonomi.

“Untuk mewujudkan itu, kita tidak hanya perlu infrastruktur yang memadai, tetapi juga peningkatan kualitas layanan, profesionalisme tenaga medis, dan integrasi sistem pelayanan yang baik,” papar Fawait.

Acara yang dihadiri ratusan perawat ini menjadi momentum bagi Pemkab Jember untuk memperkuat komitmen meningkatkan kesejahteraan dan peran tenaga kesehatan dalam pembangunan daerah. (dan)

Galeri Foto