logo ppid jember kim
Oleh : Sekretariat DPRD

Reses Masa Sidang Ke III Anggota DPRD Kabupaten Jember, Gus Syahri Serap Aspirasi Masyarakat

  • 03 Desember 2025
  • Dibaca 464 Kali
Bagikan Via:
reses-masa-sidang-ke-iii-anggota-dprd-kabupaten-jember-gus-syahri-serap-aspirasi-masyarakat-20251203

Reses Masa Sidang Ke III Anggota DPRD Kabupaten Jember, Gus Syahri Serap Aspirasi Masyarakat

PPID SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN JEMBER - Anggota DPRD Jember dari Fraksi Gerindra, Achmad Syahri Assiddiqi melaksanakan Reses Masa Sidang Ke III, Tahun 2025, di Balai Desa Kencong, Senin (1/12/2025) sore.

Pada kesempatan itu, Gus Sahri, berdialog dengan warga dan para Kepala Desa dari Cakru, Kencong, Paseban, dan Kraton.
Reses merupakan ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengawalnya menjadi rekomendasi kebijakan.
Dalam forum tersebut, para kepala desa mengajukan persoalan krusial mengenai ketidaktepatan data bantuan sosial, terutama Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Mereka menilai data penerima manfaat tidak lagi mencerminkan kondisi warga saat ini, sehingga bantuan tidak sampai kepada yang paling membutuhkan.
Mengetahui situasi tersebut, Gus Syahri menegaskan bahwa dirinya siap menindaklanjuti semua masukan yang diterima.
“Reses ini memang tempatnya kita mendengar langsung keluhan masyarakat. Soal data BLT ini tidak bisa dibiarkan. Saya akan teruskan ke dinas terkait agar segera diperbarui,” ujarnya.
Ia menyebut pembaruan data bansos sebagai kebutuhan mendesak, karena banyak desa mengalami kondisi serupa.
“Yang paling penting adalah bantuan tepat sasaran. Kalau datanya tidak akurat, pasti yang berhak jadi tidak terlayani. Ini harus diselesaikan,” tambahnya.
Keluhan serupa juga muncul di forum lain pada waktu yang hampir bersamaan. Dalam agenda Gus’e Menyapa di Kecamatan Bangsalsari, seorang ketua RW dari Desa Bangsalsari melaporkan masalah yang sama kepada Bupati Jember Muhammad Fawait.
Ia menyampaikan bahwa data BLT di wilayahnya sudah lama tidak diperbarui sehingga warga yang kini sangat membutuhkan tidak mendapatkan akses bantuan.
Menanggapi aspirasi warga, Bupati Fawait menyebut akan dilakukan pendataan lanjutan.
Ia menegaskan bahwa pembaruan data penting untuk mendukung misi pengentasan kemiskinan ekstrem yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Jember.
Pemadanan data disebut akan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penerima bantuan benar-benar sesuai kondisi riil di lapangan.
Melalui rangkaian reses ini, Gus Syahri menegaskan bahwa aspirasi terkait pembaruan data bansos akan menjadi salah satu poin prioritas yang ia kawal dalam komunikasi dengan eksekutif.
Ia berharap penanganan lebih cepat dapat dilakukan sehingga penyaluran bantuan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan dan tidak memunculkan polemik di tingkat desa.
“Aspirasi ini saya bawa langsung ke pemerintah kabupaten. Jangan sampai data yang tidak diperbarui menimbulkan ketidakadilan di desa-desa,” tegasnya. (#)

Galeri Foto