Ribuan Santri Padati Alun-Alun Nusantara, Gus Fawait Tegaskan Santri Berhak Setara dan Bisa Memimpin Negeri
- 11 Oktober 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Ribuan Santri Padati Alun-Alun Nusantara, Gus Fawait Tegaskan Santri Berhak Setara dan Bisa Memimpin Negeri
JEMBER, 10 OKTOBER 2026– Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Jember memadati Alun-Alun Jember Nusantara, Sabtu 10 Oktober 2026 malam, untuk mengikuti Opening Ceremony Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini menjadi momentum penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat peran santri sebagai generasi berilmu, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Pembukaan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kiai dan tokoh agama, tokoh lintas agama, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Kabupaten Jember beserta jajaran, organisasi kemasyarakatan kepemudaan dan keagamaan, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, S.STP., M.Si.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, dan organisasi masyarakat tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga persatuan sekaligus mendukung pengembangan potensi generasi muda, khususnya kalangan santri.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait S.E.,M.Sc., menegaskan bahwa santri memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk berkembang, meraih pendidikan tinggi, serta menduduki berbagai posisi strategis dalam pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Para santri harus memahami bahwa santri tidak hanya pintar mengaji dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bisa memimpin, menjadi bupati, dan mengambil peran penting dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Menurut Gus Fawait, latar belakang pendidikan pesantren tidak boleh menjadi alasan bagi santri untuk merasa rendah diri ataupun dipandang sebelah mata. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan santri memperoleh perhatian dan kesempatan yang setara, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Salah satu bentuk keberpihakan tersebut diwujudkan melalui program beasiswa Pemerintah Kabupaten Jember. Bupati menyampaikan bahwa prestasi santri, baik di bidang akademik maupun nonakademik, diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam pemberian beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia pun mendorong para santri, mulai tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA), agar belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan kemampuan, dan tidak membatasi cita-cita hanya karena berasal dari lingkungan pesantren.
“Tidak boleh lagi santri dipandang sebagai kelompok kelas dua atau kelas tiga. Santri memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah melalui APBD Kabupaten Jember. Karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buktikan bahwa santri mampu ikut memajukan Jember,” ujarnya.
Selain pendidikan, Gus Fawait juga menyoroti pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa warga Jember yang memiliki KTP Jember dapat mengakses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC), sesuai ketentuan yang berlaku. Ia turut menyampaikan pelaksanaan layanan Home Care yang mendatangi masyarakat hingga ke rumah, serta layanan transportasi bagi warga kurang mampu yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang lahir dari lingkungan pesantren dapat berjalan seiring dengan upaya menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan menjangkau masyarakat luas.
“Kalau santri diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri. Santri harus terus meningkatkan kemampuan, tetapi ketika republik ini menghadapi ancaman, santri juga harus berada di garda terdepan untuk menjaga keutuhan bangsa,” ungkapnya.
Bupati juga menyebut pembukaan HSN 2026 sebagai momentum penting untuk menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap eksistensi santri. Ia berharap peringatan tahun ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi penyemangat bagi santri untuk meningkatkan kualitas diri dan mengambil bagian dalam pembangunan.
Puncak seremoni pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Jember sebagai tanda resmi dimulainya rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Jember. Momen tersebut disambut antusias oleh ribuan santri dan undangan yang hadir. (but)