logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

RIUH TAWA DAN UJIAN KESABARAN USTADZAH : CERITA DARI TK KHOIRU UMMAH BERSAMA BUS SI CINTA

  • 08 Desember 2025
  • Dibaca 148 Kali
Bagikan Via:
riuh-tawa-dan-ujian-kesabaran-ustadzah-cerita-dari-tk-khoiru-ummah-bersama-bus-si-cinta-20251209

RIUH TAWA DAN UJIAN KESABARAN USTADZAH : CERITA DARI TK KHOIRU UMMAH BERSAMA BUS SI CINTA

Wisata bersama puluhan anak TK bukanlah perjalanan biasa. Ada tawa yang meletup-letup, semangat yang meluap, sekaligus ujian kesabaran yang tak sedikit. Itulah yang dirasakan para ustadzah saat mendampingi murid-murid TK Khoiru Ummah berwisata bersama Bus Si Cinta pada Jumat, 6 Desember 2025, dengan tujuan Masjid Muhammad Cheng Hoo, Kripik Presto Cutella, dan Puslit Koka.

Sejak turun dari Bus Si Cinta di Masjid Muhammad Cheng Hoo, keceriaan anak-anak sudah tak terbendung. Mereka berlarian di sekitar area masjid, bermain ke sana ke mari, membuat para ustadzah sedikit kewalahan mengawasi. Namun di balik itu, anak-anak tetap bisa kembali duduk rapi saat diberikan penjelasan singkat tentang sejarah Masjid Cheng Hoo. Mereka fokus mendengar cerita tentang bangunan masjid dari prasasti yang terdapat di dalam masjid dengan nuansa Tionghoa tersebut.

Perjalanan dilanjutkan ke Kripik Presto Cutella. Di sinilah momen manis sekaligus menegangkan kembali terjadi. Anak-anak tampak berbaris rapi, mengucapkan salam dengan santun, dipandu dengan penuh kesabaran oleh ustadzah. Mereka mencicipi kripik, memilih-milih oleh-oleh, dan tak lupa membeli untuk ibu mereka di rumah. Namun di tengah kerapian itu, beberapa murid tiba-tiba berlarian, membuat ustadzah dan pendamping dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember harus bergerak cepat mengejar sambil tetap menjaga suasana tetap ceria.

Setibanya di Puslit Koka, suasana kembali tertib. Anak-anak langsung berbaris rapi, lalu diajak mengelilingi area sambil mengenal proses pengolahan coklat. Mereka dengan antusias mencicipi aneka produk olahan coklat. Meski di perjalanan sempat terjadi hambatan, semangat anak-anak untuk terus berwisata tak sedikit pun surut.

Di penghujung perjalanan, Bus Si Cinta membawa rombongan berkeliling memasuki kebun coklat. Di sana, anak-anak kembali mendapatkan tambahan pengetahuan tentang proses penanaman coklat sejak dari bibit. Wisata hari itu pun ditutup dengan wajah lelah namun bahagia—baik dari anak-anak yang puas bertualang maupun dari para ustadzah yang berhasil menuntaskan tugas mendampingi dengan penuh kasih dan kesabaran.

Perjalanan singkat itu menjadi kenangan panjang: tentang riuh tawa, capek mengejar, tapi juga bahagia melihat senyum anak-anak yang pulang membawa cerita untuk orang tua di rumah.


Galeri Foto