Rp312 Miliar Dukungan Pertanian, Sejarah Baru Jember dengan Anggaran dan Fasilitas Terbesar Sepanjang Masa
- 07 Juni 2026
- Dibaca 9 Kali
Bagikan Via:
Rp312 Miliar Dukungan Pertanian, Sejarah Baru Jember dengan Anggaran dan Fasilitas Terbesar Sepanjang Masa
JEMBER, 7 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan lembaran sejarah baru yang membanggakan di sektor pertanian. Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa dalam kurun tahun anggaran 2025 hingga 2026, total bantuan yang telah disalurkan mencapai angka luar biasa, yakni sekitar Rp312 miliar. Nilai ini disebut sebagai alokasi bantuan terbesar yang pernah ada dalam sejarah perkembangan pertanian di Kabupaten Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait dalam acara Pro Gus'e Update yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember pada Sabtu (6/6/2026) sore.
Dana sebesar itu tidak disalurkan sembarangan, melainkan difokuskan untuk memperluas areal tanam serta mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Khusus untuk tahun 2026 ini, melalui program Optimalisasi Lahan (Opla), pemerintah menargetkan pemanfaatan lahan seluas sekitar 7.070 hektare.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, penyediaan air menjadi prioritas utama. Pemkab Jember gencar meluncurkan program Irigasi Perpompaan (Irpom) dengan merealisasikan 100 unit pompa irigasi tahun ini—jumlah yang juga terbesar sepanjang sejarah Jember. Alat ini bertujuan mengubah lahan yang tadinya sulit mendapatkan air menjadi lahan pertanian yang produktif dan mudah diairi.
“Tahun ini ada 100 unit Irpom. Ini cara kita mengoptimalkan lahan agar yang awalnya susah diairi, menjadi mudah diairi,” ujar Gus Fawait.
Selain pompa air, perbaikan saluran irigasi juga dilakukan secara besar-besaran. Sebanyak 100 hingga 190 titik jaringan irigasi mendapatkan pemeliharaan, dan 16 titik lainnya direhabilitasi secara menyeluruh. Langkah ini dilakukan mengingat data sebelumnya menunjukkan hampir 70% infrastruktur pengairan di Jember berada dalam kondisi kurang baik, yang sempat menyebabkan hasil produksi padi mengalami stagnasi.
Gus Fawait menegaskan, angka fantastis sebesar Rp312 miliar ini tidak hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kerja keras jajaran pemerintah daerah yang terus berupaya melobi pemerintah pusat.
“Kalau hanya mengandalkan dana APBD saja tentu tidak akan cukup. Namun mulai tahun 2025 hingga 2026, hasil lobi kita ke pemerintah pusat sudah sangat terlihat nyata. Ini bukti komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah untuk memajukan pertanian Jember,” ungkapnya.
Selain perbaikan irigasi, bantuan yang disalurkan juga mencakup kebutuhan dasar hingga alat pertanian canggih dalam jumlah besar, antara lain; Sektor Tanaman Pangan dan Perkebunan Bantuan pupuk, bibit padi, bibit kopi, serta bibit jagung untuk lahan seluas 3.540 hektare. Sementara bagi petani tebu, tersedia Program Bongkar Ratoon yang menjangkau lahan seluas 2.554 hektare.
Berikutnya Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Modern
Pemerintah menyediakan beragam alat canggih senilai miliaran rupiah, meliputi:
- 40–50 unit traktor roda dua dan roda empat
- 47 unit mesin panen otomatis (Combine Harvester)
- 13 unit mesin pengolah gabah kering bersih bergerak (Huller-Dryer Cleaner Mobile)
- Mesin perontok padi, mesin pemanggang kopi, hingga fasilitas teknologi terbaru berupa Drone Pra-Panen.
Berkat rangkaian intervensi dan dukungan yang masif ini, sektor pertanian Jember menunjukkan lonjakan yang sangat positif. Berdasarkan data komparatif dari lembaga resmi seperti BPS, Bank Indonesia, dan OJK, Kabupaten Jember kini tercatat sebagai daerah dengan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi terbesar di Provinsi Jawa Timur.
Kondisi ini diperkuat pula dengan stabilitas harga komoditas pangan. Harga padi dan jagung di tingkat petani terjaga dengan baik berkat pengawalan ketat yang melibatkan Bulog, TNI, dan Polri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Gus Fawait juga berpesan kepada seluruh kelompok tani dan penerima manfaat agar memanfaatkan segala bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.
“Saya titip kepada penerima program Optimalisasi Lahan agar dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai ada penyimpangan karena ada risiko hukum yang harus kita hindari. Ingatlah, petani adalah golongan masyarakat yang paling jujur dan paling tangguh saat menghadapi krisis,” pungkasnya. (PSN)