logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Lojejer

Rumah yang Terlewat, Satu Pasien Akhirnya Terjangkau

  • 05 Oktober 2026
  • Dibaca 13 Kali
Bagikan Via:
rumah-yang-terlewat-satu-pasien-akhirnya-terjangkau-20261005

Rumah yang Terlewat, Satu Pasien Akhirnya Terjangkau

Kepel, Jember — Di antara rumah-rumah warga yang telah mendapat kunjungan Homecare Puskesmas Lojejer, ada satu rumah yang ternyata belum pernah tersentuh pelayanan tersebut. Rumah itu berada di wilayah Kepel, Desa Ampel, dan dihuni seorang perempuan yang hidup seorang diri. Awalnya, kader wilayah melihat rumah pasien berada di antara rumah warga yang mendapatkan kunjungan Homecare. Kader kemudian melakukan pendataan dan mengonfirmasi kepada Puskesmas Lojejer untuk memastikan apakah pasien tersebut sudah masuk dalam data sasaran Homecare. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata nama pasien belum tercatat sebagai sasaran kunjungan. Pengecekan dilakukan di hari ini, 05 Oktober 2026.

Kondisi tersebut kemudian dilaporkan melalui Wadul Gus’e, sehingga pasien dapat ditindaklanjuti oleh tim Homecare Puskesmas Lojejer. Hasil kunjungan menunjukkan kondisi kehidupan pasien yang cukup memprihatinkan. Ia hidup sebatang kara di rumahnya. Suaminya telah meninggal puluhan tahun lalu dan pasien tidak memiliki anak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasien selama ini mengandalkan belas kasihan serta bantuan dari orang-orang di sekitarnya.

Ketika musim panen tiba, pasien masih berusaha mendapatkan penghasilan dengan bekerja “ngasak” padi, yakni mencari sisa bulir padi setelah proses panen. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara pasien bertahan hidup di tengah keterbatasannya. Namun, sekitar tiga minggu sebelum kunjungan Homecare, pasien mengalami musibah. Ia tertabrak orang sehingga mengalami luka pada bagian kaki. Luka tersebut tidak kunjung sembuh. Kondisi itu bukan semata karena lukanya, tetapi juga karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan luka secara mandiri.

Saat tim Homecare melakukan pemeriksaan, kondisi luka masih basah. Pemeriksaan juga menunjukkan tekanan darah pasien cukup tinggi, sementara GDA (gula darah acak) masih dalam batas normal. Tim Homecare kemudian melakukan perawatan luka secara langsung. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah debridemen, yaitu membersihkan jaringan mati dan kotoran yang terdapat pada luka agar kondisi luka menjadi lebih bersih dan mendukung proses penyembuhan. Setelah dibersihkan, luka kemudian ditutup kembali dengan perawatan yang sesuai.

Bagi pasien yang hidup seorang diri, kunjungan tersebut menjadi lebih dari sekadar pemeriksaan kesehatan. Homecare menjadi bentuk pelayanan yang hadir langsung ke rumah, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengakses pelayanan kesehatan secara mandiri. Kunjungan tidak berhenti pada satu kali tindakan. Tim Homecare Puskesmas Lojejer merencanakan pemantauan berikutnya secara rutin, sekitar satu bulan sekali, sekaligus melihat perkembangan kondisi luka dan kesehatan pasien secara keseluruhan.

Galeri Foto