logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Panti

Sinergi Kemanusiaan: Muspika Panti dan Pemdes Suci Gerak Cepat Tangani Lansia Sebatang Kara

  • 23 April 2026
  • Dibaca 393 Kali
Bagikan Via:
sinergi-kemanusiaan-muspika-panti-dan-pemdes-suci-gerak-cepat-tangani-lansia-sebatang-kara-20260424

Sinergi Kemanusiaan: Muspika Panti dan Pemdes Suci Gerak Cepat Tangani Lansia Sebatang Kara

JEMBER, 23 APRIL 2026 - Pemerintah Kecamatan Panti bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait seorang lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan di Desa Suci, Kabupaten Jember. Lansia bernama Mbah Guse itu ditemukan tinggal seorang diri di hunian tidak layak dan belum memiliki dokumen administrasi kependudukan.

Langkah cepat tersebut merupakan bagian dari program “Wadul Guse”, inisiatif pemerintah setempat untuk menyerap dan merespons langsung keluhan warga, terutama kelompok rentan yang belum tersentuh layanan administratif.

Laporan awal disampaikan warga yang prihatin terhadap kondisi Mbah Ma’ati. Pemerintah Desa Suci kemudian berkoordinasi dengan Camat Panti. Menindaklanjuti laporan itu, Camat Panti Hendra Kusuma, S.Sos., M.M. menginstruksikan tim pendamping sosial bersama Babinsa untuk melakukan peninjauan lapangan guna mengidentifikasi kebutuhan mendesak.

Hasil peninjauan menunjukkan kondisi Mbah Ma’ati membutuhkan penanganan segera. Selain faktor usia lanjut, ia tinggal di rumah dengan fasilitas sanitasi minim. Persoalan utama yang ditemukan adalah tidak adanya dokumen identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK), yang selama ini menghambat akses terhadap bantuan sosial pemerintah.

Pemerintah Kecamatan Panti menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah pemenuhan hak administrasi kependudukan. “Kami tidak bisa membiarkan warga tidak terdata. Tanpa identitas, secara administratif yang bersangkutan tidak tercatat sehingga tidak bisa mengakses layanan seperti BPJS Kesehatan maupun bantuan pangan,” ujar Nurul Hidayah, staf pelayanan Dispendukcapil perwakilan kecamatan, Kamis 23 April 2026.

Babinsa Desa Suci turut terlibat dalam penanganan di lapangan. Selain menjalankan fungsi pendampingan, aparat TNI juga membantu membersihkan lingkungan tempat tinggal Mbah Ma’ati serta memberikan dukungan moril.

“Tugas kami memastikan tidak ada warga di wilayah binaan yang menderita sendirian. Kami bersinergi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar penanganan ini tuntas, bukan sekadar kunjungan seremonial,” kata Babinsa Desa Suci, Firman.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari warga setempat. Program “Wadul Guse” dinilai efektif karena tidak hanya menampung aduan, tetapi juga diikuti langkah konkret di lapangan. Warga kini turut bergotong royong membantu kebutuhan harian Mbah Ma’ati sembari menunggu proses administrasi selesai.

Kepala Desa Suci Akhmad Suyuthi, M.Pd.I menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendataan warga rentan. Ia juga mengimbau ketua RT dan RW agar lebih peka terhadap keberadaan lansia maupun warga miskin yang belum terdata dalam sistem administrasi desa. (jha)

Galeri Foto