logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro

Sinergi Tradisi dan Modernitas: Gedung Auditorium R. Soemitro Jadi Saksi Peluncuran Ruang Ekonomi dan Budaya Jember

  • 15 Januari 2026
  • Dibaca 368 Kali
Bagikan Via:
sinergi-tradisi-dan-modernitas-gedung-auditorium-r-soemitro-jadi-saksi-peluncuran-ruang-ekonomi-dan-budaya-jember-20260115

Sinergi Tradisi dan Modernitas: Gedung Auditorium R. Soemitro Jadi Saksi Peluncuran Ruang Ekonomi dan Budaya Jember

Semangat pelestarian budaya lokal berpadu dengan strategi penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Jember. Pada Kamis, 15 Januari 2026, Gedung Auditorium R. Soemitro RRI menjadi saksi perhelatan akbar bertajuk "Gelar Budaya dan Launching Ruang Budaya". Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan sikap bahwa identitas lokal harus tetap tegak di tengah arus modernisasi. Suasana auditorium yang megah seketika berubah menjadi sakral saat gema musik patrol dimainkan. Acara dibuka dengan Tarian Khas Jember yang dibawakan dengan enerjik oleh para penari. Gerakan yang lincah namun tegas menggambarkan karakter masyarakat Jember yang terbuka, dinamis, namun tetap memegang teguh akar budayanya.

Tak berhenti di situ, para tamu undangan dibawa menyelami kedalaman literasi lisan melalui penampilan Kejung. Kesenian tradisi lisan yang menyuguhkan lantunan tembang dan pantun yang sarat akan pesan moral dan filosofi hidup. Iringan musik yang mengalun lirih namun ritmis menciptakan suasana kontemplatif, mengingatkan seluruh undangan yang hadir bahwa Jember memiliki kekayaan intelektual leluhur yang tak ternilai harganya. Momen krusial dalam acara ini ditandai dengan prosesi penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Jember dengan LPP RRI. Kerja sama ini berfokus pada Penyebaran Informasi dan Jasa Penyiaran. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap potensi budaya dan ekonomi di Jember memiliki tempat yang lebih luas. Melalui jaringan penyiaran RRI, diharapkan seluruh kegiatan kebudayaan dan program pemberdayaan UMKM dapat berkembang hingga ke level nasional bahkan internasional.

Puncak diskusi intelektual terjadi pada sesi Talk Show bertema "Kolaborasi Media Dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Serta Pariwisata di Kabupaten Jember". Diskusi ini menghadirkan dua tokoh kunci: Bapak Hendrasmo (Direktur Utama LPP RRI) dan Bapak Ahmad Halim (Ketua DPRD Kabupaten Jember). Dalam pemaparannya, Bapak Hendrasmo menekankan bahwa media publik memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjaga kebudayaan. "RRI bukan sekadar media penyampai berita, tapi merupakan ruang bagi budaya untuk tumbuh. Ruang Budaya ini akan menjadi ekosistem di mana seniman dan pelaku budaya bisa berinteraksi langsung dengan pendengar," ujarnya. Sementara itu, Bapak Ahmad Halim dari sudut pandang legislatif menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat. "Politik kebudayaan kita harus mampu menggerakkan roda ekonomi. Jika budaya sudah dikenal, pariwisata akan tumbuh, dan yang paling diuntungkan adalah masyarakat Jember sendiri," tegasnya.

Di area luar dan lobi auditorium, aroma sedap kopi Jember menggoda selera para pengunjung. Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan telah menyiapkan deretan Booth UMKM yang menyajikan beragam makanan dan minuman khas Kabupaten Jember. Kehadiran booth ini merupakan bukti nyata bahwa acara budaya tidak bisa dipisahkan dari ekonomi. Para pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada para tamu undangan dan para pejabat yang hadir, menciptakan peluang jejaring bisnis yang baru.

Penyelenggaraan acara ini membawa harapan besar bagi masa depan Kabupaten Jember. Ada dua pilar utama yang menjadi target setelah acara ini, diantaranya:

1. Terciptanya sistem diseminasi informasi yang rutin dan berkualitas mengenai khazanah budaya Jember. Dengan adanya "Ruang Budaya", konten-konten lokal diharapkan tidak lagi dianggap "kuno", melainkan dikemas secara modern agar diminati generasi muda.

2. Melalui eksposur media yang masif, produk-produk UMKM Jember diharapkan mampu menembus pasar luar daerah. Targetnya adalah menjadikan produk lokal Jember sebagai buah tangan wajib bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Jawa Timur.

Acara "Gelar Budaya dan Launching Ruang Budaya" ini ditutup dengan optimisme tinggi. Jember telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang apik antara pemerintah, lembaga penyiaran, dan pelaku usaha, warisan masa lalu dapat menjadi bahan bakar yang hebat untuk kemajuan di masa depan.

Galeri Foto