Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kirim 3.600 Liter Air ke 60 KK di Kranjingan
- 18 Oktober 2026
- Dibaca 262 Kali
Bagikan Via:
Sumur Warga Mengering, BPBD Jember Kirim 3.600 Liter Air ke 60 KK di Kranjingan
JEMBER, 18 OKTOBER 2026 – Krisis air bersih akibat kekeringan mulai dirasakan warga Lingkungan Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebanyak 60 kepala keluarga (KK) di RT 02/RW 03 mengalami penurunan ketersediaan air sumur hingga sebagian sumber air warga mengering.
Anggota Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jember, Juan Hadi Cahya, mengatakan kondisi tersebut diketahui setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan asesmen dan pengecekan langsung terhadap sumber air warga.
“Sumur warga memiliki kedalaman sekitar 6 sampai 10 meter. Saat dilakukan pengecekan, ketersediaan air mengalami penurunan. Sebagian sumur bahkan sudah mengering hingga terlihat dasarnya,” kata Juan, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurut dia, kondisi air yang tersisa juga tidak layak untuk dikonsumsi. Warga sebenarnya memiliki sumber air alternatif berupa sungai yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman. Namun, air sungai tersebut juga tidak memenuhi syarat untuk kebutuhan minum dan memasak.
Kondisi itu membuat warga melakukan upaya mandiri untuk mendapatkan air. Mereka mencoba mengalirkan air sungai ke tanah agar dapat terserap dan menambah debit air sumur. Namun, upaya tersebut hanya mampu bertahan sekitar tiga hari dan membutuhkan biaya secara swadaya.
Karena keterbatasan tersebut, warga kemudian mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui Kelurahan Kranjingan. Permohonan itu tertuang dalam surat Kelurahan Kranjingan Nomor 600.1.16/154/35.09.03.2023/2026 tentang Permohonan Bantuan Air.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, TRC-PB BPBD Kabupaten Jember mendatangi lokasi pada Sabtu malam. Tim melakukan koordinasi dengan perangkat RT/RW, mengecek kondisi sumur warga, memberikan edukasi kebencanaan, serta menyalurkan bantuan air bersih.
Sebanyak 3.600 liter air bersih didistribusikan dan ditempatkan pada tandon BPBD yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama memasak dan minum.
Juan menjelaskan, distribusi air bersih tersebut merupakan penyaluran kedua untuk penanganan kekeringan di wilayah tersebut. BPBD merekomendasikan distribusi dilakukan secara berkala setiap empat hari sebanyak 3.600 liter.
“Bantuan air bersih akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan warga. Kami juga meneruskan kondisi ini kepada dinas terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
BPBD Jember bersama perangkat RT/RW juga terus memantau perkembangan kondisi sumber air warga. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung.
Dalam penanganan ini, BPBD Kabupaten Jember melibatkan unsur RT/RW dan warga setempat. Tidak terdapat kendala dalam proses distribusi air bersih.
Kasus di Lingkungan Pakem menunjukkan bahwa dampak kekeringan tidak hanya ditandai berkurangnya debit air, tetapi juga mulai hilangnya sumber air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, distribusi air bersih sekaligus pemantauan sumber air menjadi langkah penting untuk menjaga kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (tgh)