Tamu Spanyol Belajar Patrol, Rasakan Langsung Harmoni Musik Tradisional Jember
- 18 Agustus 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Tamu Spanyol Belajar Patrol, Rasakan Langsung Harmoni Musik Tradisional Jember
JEMBER, 18 AGUSTUS 2026 - Kekayaan budaya lokal Kabupaten Jember kembali menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan mancanegara. Kali ini, sepasang wisatawan asal Spanyol berkesempatan mengunjungi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wetpas (Wetan Pasar Tanjung) untuk mengenal lebih dekat salah satu kesenian musik tradisional khas Jember, yakni musik patrol pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pengalaman wisata berbasis masyarakat yang mempertemukan wisatawan dengan aktivitas budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Tidak sekadar menyaksikan, kedua wisatawan tersebut juga diajak untuk terlibat langsung mempelajari alat musik patrol.
Dengan didampingi anggota Pokdarwis Wetpas, keduanya mencoba memainkan alat musik patrol dan mengikuti irama yang dimainkan. Momen tersebut berlangsung penuh antusias dan keakraban, sekaligus menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan secara langsung bagaimana kesenian tradisional Jember dimainkan.
Selain belajar musik patrol, wisatawan asal Spanyol tersebut juga berkesempatan mengenal alat musik tradisional lainnya, yakni seruling bambu. Seruling tersebut diberikan oleh Pak Nur yang turut mendampingi perjalanan mereka selama berada di Jember.
Pengalaman memainkan alat musik tradisional secara langsung memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan. Interaksi sederhana antara wisatawan dan masyarakat lokal tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisata yang lebih autentik.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke komunitas budaya seperti Pokdarwis Wetpas menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jember secara lebih dekat.
“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga ingin mendapatkan pengalaman yang autentik. Ketika mereka bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, belajar memainkan patrol, hingga mencoba seruling bambu, di situlah nilai budaya Jember dapat dirasakan secara nyata,” ujar Bobby.
Menurutnya, keberadaan Pokdarwis memiliki peran strategis dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Pokdarwis tidak hanya menjadi penggerak kegiatan wisata di lingkungan masing-masing, tetapi juga menjadi jembatan antara potensi lokal dengan wisatawan.
“Ini yang terus kita dorong, bagaimana masyarakat menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata. Potensi budaya, kesenian, kuliner maupun tradisi yang ada di kampung-kampung dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik, termasuk bagi wisatawan mancanegara,” tambahnya.
Kunjungan pasangan wisatawan asal Spanyol tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa musik patrol memiliki daya tarik sebagai produk budaya yang dapat dikenalkan kepada wisatawan dari berbagai negara.
Melalui interaksi langsung seperti ini, budaya lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat dipelajari, dimainkan, dan dikenang oleh wisatawan.
Disporabudpar Jember terus mendorong penguatan pariwisata berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Kehadiran wisatawan mancanegara di Pokdarwis Wetpas diharapkan menjadi salah satu contoh bahwa kampung dan komunitas lokal memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari daya tarik pariwisata Jember.
Dengan musik patrol yang dimainkan bersama, serta seruling bambu yang turut dikenalkan kepada wisatawan, perjumpaan sederhana di Wetan Pasar Tanjung tersebut menjadi gambaran bagaimana budaya Jember dapat menjangkau dunia melalui pengalaman wisata yang dekat, hangat, dan autentik. (ram)