Tangis Haru Nenek Suka Pecah Saat Tim Peta Cinta Datang Rekam KTP di Rumahnya
- 12 Mei 2026
- Dibaca 87 Kali
Bagikan Via:
Tangis Haru Nenek Suka Pecah Saat Tim Peta Cinta Datang Rekam KTP di Rumahnya
JEMBER, 12 MEI 2026 - Tangis haru tak mampu dibendung oleh seorang nenek lanjut usia bernama Suka ketika Tim Peta Cinta Kecamatan datang langsung ke rumahnya untuk melakukan pelayanan perekaman KTP elektronik. Di tengah segala keterbatasan hidup yang dijalaninya, nenek renta tersebut akhirnya dapat memiliki identitas diri resmi yang selama ini belum pernah ia miliki.
Momen penuh haru itu terjadi saat Tim Peta Cinta Kecamatan Sumberbaru melakukan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan di Desa . Dengan penuh kesabaran, petugas mendatangi rumah-rumah warga yang mengalami keterbatasan usia maupun ekonomi agar tetap memperoleh hak administrasi kependudukan secara layak.
Nenek Suka yang selama bertahun-tahun hidup tanpa identitas resmi tampak tak kuasa menahan air mata ketika petugas mulai melakukan proses perekaman. Di rumah sederhana yang jauh dari kemewahan, ia berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada petugas yang telah datang membantunya.
Tim Peta Cinta yang terdiri dari enam orang tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Sumberbaru, Muhammad Hafid ST. Dalam kegiatan itu, tim juga didampingi Kasi Pelayanan Umum Desa Karangbayat, . Mereka menelusuri wilayah desa dengan penuh semangat demi memastikan warga rentan tetap mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan.
Muhammad Hafid mengatakan bahwa pelayanan jemput bola tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil yang selama ini mengalami kesulitan mengurus dokumen kependudukan.
“Kami memahami bahwa banyak warga lanjut usia yang tidak mampu datang ke kantor pelayanan karena kondisi fisik maupun ekonomi. Karena itu kami hadir langsung ke rumah mereka agar masyarakat tetap mendapatkan hak identitas kependudukan,” ujarnya, Selasa 12 Mei 2026.
Menurut Hafid, keberadaan KTP sangat penting karena menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai layanan pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pelayanan kesehatan hingga administrasi lainnya.
Sementara itu, Camat Sumberbaru Muhamad Faridj Wadjdi S. Sos, menegaskan bahwa pelayanan publik harus dilakukan secara humanis dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga yang terabaikan hanya karena keterbatasan usia atau kondisi ekonomi. Program Peta Cinta hadir untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan penuh empati kepada masyarakat,” katanya.
Program pelayanan jemput bola yang dilakukan Tim Peta Cinta Kecamatan Sumberbaru itu pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran petugas yang rela mendatangi rumah warga dinilai menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian dan pelayanan. (jh8)