Tangis Haru Orang Tua Saat Anaknya yang Berkebutuhan Khusus Didatangi Petugas KTP-el Kecamatan Pakusari
- 08 Juli 2026
- Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
Tangis Haru Orang Tua Saat Anaknya yang Berkebutuhan Khusus Didatangi Petugas KTP-el Kecamatan Pakusari
JEMBER, 08 JULI 2026 – Rasa haru dan lega yang mendalam menyelimuti kediaman Rina Sumarina, seorang warga di Dusun Sumber Dandang, Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, saat tim pelayanan umum dari Pemerintah Kecamatan Pakusari mendatangi langsung rumahnya pada Selasa, 07 J uli 2026.
Kehadiran tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Pakusari, Aris Budi Susanto, bertujuan untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik secara langsung (jemput bola).
Bagi Rina dan keluarga, kehadiran para petugas administrasi kependudukan ini laksana angin segar di tengah kebuntuan yang mereka hadapi selama ini. Dengan kondisi anak yang mengalami keterlambatan perkembangan mental dan pikiran, membawa sang anak ke tempat umum yang ramai seperti kantor kecamatan sering kali memicu kecemasan dan tantangan tersendiri bagi perilakunya.
Padahal, kepemilikan KTP Elektronik sangat krusial agar anaknya bisa terdaftar dalam berbagai program jaminan sosial dan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah. Kehadiran petugas yang membawa perangkat perekaman langsung ke lingkungan rumah yang familier bagi anak dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah yang sangat memahami kebutuhan warga.
Sambil menahan air mata bahagianya, Rina Sumarina menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran pelayanan publik Kecamatan Pakusari yang telah sabar dan telaten melakukan pendekatan demi suksesnya pengambilan data biometrik sang anak.
"Saya sangat berterima kasih dan bersyukur sekali Pak Aris dan tim mau datang langsung ke rumah kami di Dusun Sumber Dandang ini. Jujur, selama ini saya bingung bagaimana cara membuatkan KTP untuk anak saya karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa pergi ke tempat ramai atau mengantre di kecamatan. Dengan adanya layanan jemput bola ini, kami merasa sangat terbantu dan diperhatikan oleh pemerintah," ungkap Rina dengan suara bergetar penuh rasa syukur.
Mendengar langsung ungkapan ketulusan dan harapan dari orang tua tersebut, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Pakusari, Aris Budi Susanto, memberikan respons yang positif dan penuh komitmen kemanusiaan.
"Mendengar langsung ungkapan terima kasih dari Ibu Rina justru menjadi motivasi bagi kami di jajaran Kecamatan Pakusari untuk bekerja lebih keras lagi. Kami tidak ingin ada satu pun anak berkebutuhan khusus yang luput dari pendataan atau kehilangan hak sipilnya hanya karena kendala perkembangan pikiran yang membutuhkan penanganan khusus," ucapnya.
"Program jemput bola ini akan terus kami masifkan ke dusun-dusun lain agar semua anak spesial di wilayah Pakusari memiliki KTP Elektronik dan jaminan masa depan yang lebih jelas," tambah Aris, menanggapi apresiasi warga tersebut.
Melalui pendekatan pelayanan yang humanis dan langsung menyentuh akar rumput ini, Pemerintah Kecamatan Pakusari berharap dapat menghapus sekat-sekat hambatan psikologis maupun sosial dalam pelayanan publik.
Langkah ini tidak hanya memberikan legalitas hukum bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga memberikan ketenangan batin bagi para orang tua yang kini merasa bahwa hak-hak anak mereka telah diakui dan dijamin penuh oleh negara. (zal)