logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Kaliwates

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Gandeng Aparatur Kaliwates Gencarkan Keselamatan Berbasis Domisili

  • 17 Juni 2026
  • Dibaca 34 Kali
Bagikan Via:
tekan-angka-kecelakaan-jasa-raharja-gandeng-aparatur-kaliwates-gencarkan-keselamatan-berbasis-domisili-20260617

Tekan Angka Kecelakaan, Jasa Raharja Gandeng Aparatur Kaliwates Gencarkan Keselamatan Berbasis Domisili

JEMBER, 17 JUNI 2026- Sebagai upaya menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat, PT Jasa Raharja Cabang Jember resmi menggandeng aparatur Kecamatan Kaliwates untuk menggencarkan program intensifikasi keselamatan transportasi berbasis domisili korban. Program strategis yang mengusung tema "Mengedukasi, Menginspirasi, dan Menggerakkan Masyarakat untuk Keselamatan Kaliwates" ini diselenggarakan di Ballroom Hotel FortunaGrande Jember. Langkah kolaboratif ini bertujuan membekali jajaran aparatur kecamatan dan kelurahan agar mampu menjadi motor penggerak dalam mengedukasi warga, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan di wilayah urban tersebut.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Jember, Buntaran, S.E.; Camat Kaliwates, Sujirman; Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, IPDA Oeny Angga Mahendra, S.H.; Kasi Manajemen dan Promosi Keselamatan Dishub Kabupaten Jember, Leli Diah Zyarifan, Amd; serta Kasi Penagihan UPT PPD, Indro Wicaksoni, S.H., M.Si. Kehadiran seluruh aparatur kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Kaliwates menjadi inti dari gerakan ini, mengingat mereka merupakan garda terdepan yang paling dekat dengan domisili tempat tinggal para korban kecelakaan.

Konteks pelaksanaan program ini didasari oleh realitas memprihatinkan terkait tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Kaliwates. Berdasarkan data profil kecelakaan dan korban periode Januari hingga September 2025, tercatat ada 79 kasus kecelakaan yang melibatkan warga Kaliwates. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 warga menjadi korban dengan rincian 11 orang meninggal dunia dan 49 lainnya mengalami luka-luka. Secara statistik, angka ini menunjukkan dinamika yang mengerikan: setiap 25 hari ada satu warga Kaliwates yang tewas di jalan raya, dan setiap 6 hari satu warga terluka.

Kondisi tersebut menempatkan Kecamatan Kaliwates berada di peringkat ketiga tertinggi di wilayah kerja Jasa Raharja Cabang Jember dalam hal jumlah korban kecelakaan. Tren jumlah korban pun melonjak tajam hingga 1.350 persen dibanding periode tahun sebelumnya, mengindikasikan bahwa fatalitas di jalan raya kian memburuk. Dampak finansial dan sosialnya pun masif, di mana Jasa Raharja telah menggelontorkan nilai santunan mencapai Rp1,242 miliar untuk korban di wilayah ini sebuah angka yang mencerminkan besarnya kedukaan dan penderitaan yang dialami oleh keluarga korban.

Peta kerawanan menunjukkan ada empat ruas jalan utama di Kecamatan Kaliwates yang menjadi titik paling sering terjadinya kecelakaan. Jalur tengkorak tersebut meliputi Jalan Kenanga di Kelurahan Jember Kidul (Jeki), Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, dan Jalan M. Yamin. Melalui forum ini, para aparatur desa diuji dan dievaluasi sejauh mana mereka mengetahui, memahami, dan peduli terhadap regulasi lalu lintas serta titik-titik rawan di lingkungan mereka masing-masing.

Pertumbuhan wilayah yang cepat namun tidak diimbangi dengan kesadaran berkendara menjadi sorotan tajam dari pihak kepolisian. Kanit Kamsel Satlantas Polres Jember, IPDA Oeny Angga Mahendra, S.H., menegaskan bahwa mobilitas tinggi di Kaliwates harus dibarengi dengan perubahan perilaku berlalu lintas.

"Jember ini sedang bergerak menuju kota besar, namun sayangnya pertumbuhan tersebut diikuti dengan tingkat kecelakaan yang tinggi. Berdasarkan data kami, wilayah Kecamatan Kaliwates menjadi penyumbang hingga 90 persen dari klaster kecelakaan di kawasan perkotaan ini. Oleh karena itu, sinergi dengan aparatur lokal mutlak diperlukan untuk memutus rantai kecelakaan ini," tegas IPDA Oeny Angga Mahendra dalam sosialisasinya.

Melalui program pemberdayaan berbasis domisili ini, Jasa Raharja dan Pemerintah Kabupaten Jember berharap aparatur kecamatan dan kelurahan tidak hanya sekadar memahami data kecelakaan, tetapi mampu bergerak aktif melakukan intervensi edukasi langsung ke tingkat RT dan RW. Dengan menyentuh akar rumput di tempat tinggal korban, diharapkan tercipta gerakan kultural yang masif guna mewujudkan lingkungan Kaliwates yang tertib, aman, dan bebas dari petaka jalan raya.(bjk)

Galeri Foto