Tim I Kecamatan Arjasa Turun Lapangan, Evaluasi PBB-P2 di Tiga Desa Ungkap Tantangan dan Potensi
- 23 April 2026
- Dibaca 130 Kali
Bagikan Via:
Tim I Kecamatan Arjasa Turun Lapangan, Evaluasi PBB-P2 di Tiga Desa Ungkap Tantangan dan Potensi
JEMBER, 23 APRIL 2026 – Kegiatan evaluasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026 kembali digelar oleh Pemerintah Kecamatan Arjasa melalui Tim I yang turun langsung ke lapangan pada Kamis, 23 April 2026. Kali ini, tiga desa menjadi fokus utama, yakni Desa Biting, Desa Kamal, dan Desa Kemuning Lor. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengukur capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Sejak pagi hari, Tim I Kecamatan Arjasa telah memulai rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Di setiap desa yang dikunjungi, tim disambut oleh perangkat desa setempat, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang bersangkutan. Suasana diskusi berlangsung hangat namun tetap serius, mengingat pentingnya peran PBB-P2 dalam mendukung pembangunan daerah.
Di Desa Biting, evaluasi difokuskan pada tingkat realisasi pembayaran pajak yang menunjukkan tren cukup positif dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterlambatan pembayaran dari wajib pajak tertentu serta data objek pajak yang perlu diperbarui. Tim memberikan arahan teknis sekaligus motivasi kepada petugas desa agar terus meningkatkan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Kamal. Di desa ini, Tim I menemukan dinamika yang berbeda, di mana tingkat kesadaran masyarakat terhadap kewajiban pajak dinilai mulai meningkat, namun masih perlu didukung dengan sistem administrasi yang lebih tertib dan akurat. Diskusi interaktif pun terjadi, di mana perangkat desa aktif menyampaikan berbagai tantangan di lapangan, termasuk kesulitan dalam penagihan kepada wajib pajak yang berdomisili di luar daerah.
Sementara itu, kunjungan terakhir dilakukan di Desa Kemuning Lor. Desa ini menjadi sorotan karena capaian realisasi PBB-P2 yang cukup signifikan, meskipun masih terdapat potensi yang belum tergarap maksimal. Tim I memberikan apresiasi atas kinerja aparat desa, sembari mendorong inovasi dalam strategi penagihan dan pendataan objek pajak baru.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Arjasa, Satriyo, S.Pd., yang turut mendampingi kegiatan evaluasi, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan PBB-P2 tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga kesadaran kolektif seluruh warga.
“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar menilai angka capaian, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama. Kami berharap pemerintah desa terus aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat, karena pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan yang dirasakan langsung oleh warga,” ujar Satriyo.
Lebih lanjut, ia juga menekankan perlunya pembaruan data secara berkala agar potensi pajak dapat tergali secara optimal. Menurutnya, validitas data menjadi kunci utama dalam meningkatkan penerimaan PBB-P2.
“Ke depan, kami ingin data objek pajak benar-benar akurat dan mutakhir. Dengan begitu, strategi yang kita susun bisa lebih tepat sasaran, dan target yang ditetapkan dapat tercapai bahkan terlampaui,” tambahnya.
Kegiatan evaluasi ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi di masing-masing desa, yang nantinya akan menjadi bahan tindak lanjut bagi pemerintah desa maupun kecamatan. Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan pengelolaan PBB-P2 di Kecamatan Arjasa semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Semangat kolaborasi yang terbangun selama kegiatan ini menjadi harapan baru bagi peningkatan kesadaran pajak masyarakat. Pemerintah Kecamatan Arjasa pun optimistis bahwa dengan kerja sama yang solid, target PBB-P2 Tahun 2026 dapat tercapai dengan hasil yang membanggakan. (aza)