logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

Tindak Lanjut Usulan RTLH, Tim DPRKPLH Jember Survei Langsung Kondisi Rumah Warga di Wuluhan

  • 16 Maret 2026
  • Dibaca 186 Kali
Bagikan Via:
tindak-lanjut-usulan-rtlh-tim-dprkplh-jember-survei-langsung-kondisi-rumah-warga-di-wuluhan-20260317

Tindak Lanjut Usulan RTLH, Tim DPRKPLH Jember Survei Langsung Kondisi Rumah Warga di Wuluhan

JEMBER, 16 MARET 2026 - Tim Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember melakukan tindak lanjut terhadap dua pengajuan rumah tidak layak huni yang telah disurvei sebelumnya.

Dua rumah tersebut milik Subandi dan Anies Aji Pangestu, keduanya berdiri di atas tanah milik pribadi di wilayah desa glundengan kecamatan wuluhan Kabupaten Jember.

Hasil survei menunjukkan, rumah milik Subandi memiliki dinding dari anyaman bambu, atap yang sudah rapuh, serta pintu dan jendela yang perlu diganti. Lantai rumah juga masih sebagian berupa plester dan tanah. Berdasarkan temuan tersebut, tim mengusulkan rumah ini ke dalam basis data BNBA untuk program RTLH.

Sementara itu, kondisi rumah milik Anies Aji Pangestu juga mengalami kerusakan serupa. Meskipun berdiri di atas tanah milik sendiri, dinding bata sudah retak, atap rusak, serta kusen, pintu, dan jendela dalam kondisi tidak layak. Lantai plester rumah pun telah mengalami kerusakan cukup parah.

Tim RTLH, Mahmud mengatakan bahwa survei lapangan ini merupakan langkah penting untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. “Kami melakukan pemeriksaan detail agar bantuan diberikan benar-benar kepada warga yang layak menerima, sesuai kriteria program RTLH,” jelasnya, dikutip Senin 16 Maret 2026.

Pemilik rumah Subandi menyampaikan rasa syukurnya setelah mendapatkan kunjungan dari tim RTLH. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih sudah disurvei. Rumah kami memang sudah lama rusak, terutama bagian atap dan dinding. Mudah-mudahan bisa segera dibantu dan diperbaiki,” ujar Subandi, saat ditemui di rumahnya.

Senada dengan itu, Anies Aji Pangestu juga berharap survei ini menjadi awal dari perbaikan rumahnya yang selama ini sudah tidak layak huni. “Kalau hujan, atap sering bocor dan temboknya mulai rapuh. Kami berharap program RTLH ini bisa segera berjalan supaya rumah kami lebih layak untuk ditempati,” ungkapnya dengan penuh harap.

Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, kedua rumah kini resmi diusulkan masuk dalam database BNBA untuk menjadi calon penerima bantuan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tahun ini.

Galeri Foto