Tradisi Sendang Pamojan, Wujud Syukur Masyarakat Desa Klungkung atas Berkah Alam
- 20 Mei 2026
- Dibaca 108 Kali
Bagikan Via:
Tradisi Sendang Pamojan, Wujud Syukur Masyarakat Desa Klungkung atas Berkah Alam
JEMBER, 20 MEI 2026 - Tradisi adat Sendang Pamojan kembali digelar dengan penuh khidmat dan rasa syukur di Desa Budaya Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan budaya yang telah menjadi warisan leluhur tersebut rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur atas keberkahan alam, khususnya sumber mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga.
Tradisi Sendang Pamojan diawali sejak pagi hari dengan doa bersama dan prosesi sesaji yang dipusatkan di area sendang. Masyarakat berkumpul bersama tokoh agama, tokoh adat, serta para tamu undangan untuk memanjatkan doa demi keselamatan, kesehatan, ketenteraman, dan kelimpahan rezeki bagi seluruh masyarakat Desa Klungkung dan Kabupaten Jember.
Suasana sakral terasa begitu kuat ketika warga membawa berbagai sesaji berupa hasil bumi, tumpeng, jajanan tradisional, dan aneka hasil pertanian sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat kehidupan yang diberikan melalui alam. Mata air yang terus mengalir di Sendang Pamojan dipercaya menjadi sumber keberkahan sekaligus penopang kehidupan masyarakat sehari-hari, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Wakil DPRD Jember, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), Camat Sukorambi, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa Klungkung, tokoh masyarakat, komunitas kebudayaan, serta masyarakat setempat yang turut memeriahkan dan mengikuti jalannya tradisi dengan penuh khusyuk.
Tradisi Sendang Pamojan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga dan mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga alam serta menghormati warisan budaya leluhur. Melalui tradisi ini, masyarakat berharap nilai gotong royong, rasa syukur, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Camat Sukorambi, Musyaffa, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif dan bekerja sama dalam menyelenggarakan tradisi budaya tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang telah berinisiatif menghadirkan kegiatan luar biasa ini. Tradisi seperti Sendang Pamojan bukan hanya menjaga budaya leluhur, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan rasa syukur masyarakat terhadap nikmat alam yang diberikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Agung Nugroho, S.Sos juga memberikan dukungannya terhadap pelestarian tradisi budaya di Kabupaten Jember. Menurutnya, Sendang Pamojan merupakan salah satu kekayaan budaya yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan edukasi yang sangat penting bagi generasi muda.
“Tradisi seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena menjadi identitas budaya masyarakat Jember. Selain menjaga nilai spiritual dan kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat potensi wisata budaya daerah,” Ujar Agung Nugroho.
Dengan tetap lestarinya Tradisi Sendang Pamojan, masyarakat Desa Klungkung berharap keberkahan alam dan keharmonisan kehidupan akan terus terjaga di Kabupaten Jember. (af)