Oleh : Kecamatan Ajung
TUJUH DESA DI KECAMATAN AJUNG KOMPAK BERAKSI, BERSAMA BASMI SARANG NYAMUK SEBELUM MUSIM HUJAN DATANG.
- 31 Oktober 2025
- Dibaca 270 Kali
Bagikan Via:
TUJUH DESA DI KECAMATAN AJUNG KOMPAK BERAKSI, BERSAMA BASMI SARANG NYAMUK SEBELUM MUSIM HUJAN DATANG.
Ajung, 31 Oktober 2025 — Dalam rangka menindaklanjuti edaran pemerintah terkait pelaksanaan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, melaksanakan kegiatan PSN secara serentak pada Jumat, 31 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pemerintah desa, kader posyandu, bidan desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Ajung. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat di musim penghujan.
1. Desa Ajung
2. Desa Klompangan
3. Desa Panca Karya
4. Desa Sukamakmur
5. Desa Mangaran
6. Desa WiroWongso
7. Desa RowoindahDengan mengusung semangat “Gerakan 3M Plus” (Menguras, Menutup, dan Mengubur), seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal dan fasilitas umum agar terbebas dari jentik nyamuk penyebab DBD.
Kegiatan PSN di masing-masing desa dilaksanakan dengan penuh antusias dan partisipatif. Sejak pagi, para kepala desa bersama perangkatnya sudah turun langsung ke lapangan didampingi kader posyandu, bidan desa, serta tim kesehatan dari Puskesmas Ajung.
Mereka melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di bak mandi, tempat penampungan air, saluran got, serta lingkungan sekitar rumah warga.Setiap rumah yang dikunjungi diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga diajak untuk melakukan “3M Plus”, yaitu:
• Menguras tempat penampungan air secara rutin,
• Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk,
• Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan,
• Plus tindakan lain seperti menggunakan kelambu, menabur abate, serta menjaga sanitasi lingkungan.Menurut pantauan di lapangan, kegiatan PSN berjalan dengan lancar dan penuh semangat gotong royong. Di Desa Ajung misalnya, kepala desa bersama para kader posyandu terlihat memimpin langsung aksi bersih lingkungan di sekitar area pemukiman dan sekolah dasar.
Warga dengan sukarela ikut membantu, membawa alat kebersihan, dan mengumpulkan sampah plastik serta wadah bekas air hujan.
Camat Ajung, Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP., M.M., dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat seluruh desa di wilayah Kecamatan Ajung yang telah melaksanakan gerakan PSN secara serentak.
Beliau menekankan bahwa pemberantasan sarang nyamuk bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.“Pemberantasan DBD harus dimulai dari rumah masing-masing. Karena sumber utama nyamuk itu ada di sekitar kita sendiri. Gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi upaya nyata untuk melindungi keluarga dan lingkungan dari bahaya penyakit,” ujar Camat Ajung.
Beliau juga mengingatkan bahwa musim penghujan yang mulai datang sering kali menjadi momen meningkatnya kasus DBD, sehingga kegiatan PSN perlu dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, bukan hanya saat ada wabah.
“Kunci utamanya adalah kesadaran. Jika masyarakat rutin menjaga kebersihan, menguras bak mandi, menutup wadah air, dan membuang sampah pada tempatnya, maka rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti bisa diputus,” tambahnya.Camat Ajung juga menginstruksikan agar pemerintah desa bersama Puskesmas Ajung terus melakukan pemantauan jentik berkala (PJB) di rumah-rumah warga dan fasilitas umum seperti sekolah, kantor desa, dan tempat ibadah.Setiap desa di Kecamatan Ajung menampilkan kekompakan dan kerja sama yang luar biasa. Kepala desa dan perangkatnya tidak hanya memberi instruksi, tetapi turut turun langsung ke lapangan.
Di Desa Klompangan, kegiatan PSN dipusatkan di lingkungan RT 04 RW 02. Kader posyandu bersama bidan desa menyisir rumah warga sambil memberikan edukasi tentang tanda-tanda awal DBD dan pentingnya menguras bak mandi minimal seminggu sekali.Kepala Desa Klompangan mengatakan bahwa kegiatan ini akan dijadwalkan ulang secara rutin setiap dua minggu sekali agar hasilnya maksimal.Di Desa Panca Karya, jajaran perangkat desa dan warga bekerja sama membersihkan parit dan saluran air di sekitar jalan utama. Selain itu, dilakukan pula penaburan bubuk abate di tempat penampungan air milik warga untuk membunuh jentik nyamuk.Desa Sukamakmur melaksanakan kegiatan PSN dengan fokus pada lingkungan sekolah dan fasilitas umum. Para siswa juga dilibatkan agar menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menghindari penyakit DBD.Di Desa Mangaran, kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi tinggi dari warga. Bidan desa setempat melakukan pemeriksaan jentik di rumah-rumah warga, sementara kader posyandu mendata rumah yang belum memenuhi standar kebersihan lingkungan.Desa Wiro Wongso mengarahkan kegiatan PSN ke area perkampungan padat penduduk. Tim Puskesmas Ajung turut hadir untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai cara mengenali gejala DBD dan langkah-langkah pertolongan pertama.Di Desa Rowoindah, pemerintah desa bekerja sama dengan karang taruna setempat membersihkan lingkungan, selokan, dan tempat umum.Kepala Desa Rowoindah menyampaikan, kegiatan PSN ini tidak hanya berdampak pada kebersihan, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga.“Kami ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kalau lingkungan bersih, nyamuk tidak punya tempat berkembang biak. Kalau tidak ada nyamuk, tidak ada DBD,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, Puskesmas Ajung berperan aktif sebagai koordinator teknis lapangan. Tim kesehatan melakukan pemeriksaan jentik berkala, pendataan rumah bebas jentik, serta pembinaan kepada kader jumantik (juru pemantau jentik) di masing-masing desa.Kepala Puskesmas Ajung menjelaskan bahwa kegiatan PSN menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Ajung.
Data tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan kasus di beberapa wilayah, terutama saat pergantian musim.
“Melalui gerakan PSN ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa DBD bukan hanya urusan fogging. Justru yang paling penting adalah memutus siklus hidup nyamuk dengan membersihkan tempat berkembang biaknya,” ujarnya.Selain edukasi dan pemeriksaan jentik, petugas Puskesmas Ajung juga membagikan leaflet dan brosur edukatif berisi informasi tentang gejala DBD, cara pencegahan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika ada anggota keluarga yang mengalami demam tinggi mendadak.Semangat gotong royong menjadi roh utama dalam pelaksanaan PSN kali ini. Warga di seluruh desa tampak kompak bekerja sama membersihkan lingkungan.Anak-anak muda, ibu rumah tangga, hingga perangkat desa saling bahu-membahu mencabut rumput liar, menguras bak air, dan mengubur wadah bekas.
Di beberapa lokasi, kegiatan ini juga dijadikan momentum untuk kerja bakti bersama, membersihkan jalan desa, selokan, dan area publik.
Tak sedikit warga yang membawa peralatan pribadi seperti cangkul, sapu, dan ember untuk membantu kegiatan.Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Ajung memiliki kesadaran kolektif yang tinggi terhadap pentingnya kesehatan lingkungan.
“Kami bangga melihat semangat warga yang luar biasa. Ini bukti bahwa jika kita bergerak bersama, masalah seperti DBD bisa kita cegah dari akar,” kata salah satu bidan desa yang turut memantau kegiatan.Dari hasil monitoring awal yang dilakukan oleh tim Puskesmas Ajung bersama kader jumantik di tujuh desa, ditemukan beberapa titik yang masih memiliki potensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Namun, sebagian besar masyarakat sudah mulai menerapkan pola hidup bersih dan melakukan pengurasan tempat air secara rutin.Tim kesehatan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap rumah bebas jentik dan mencatat progres peningkatan kebersihan lingkungan di setiap desa.
Hasil pemantauan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Kecamatan Ajung untuk menilai efektivitas gerakan PSN dan menentukan strategi lanjutan.Menjelang musim hujan, Kecamatan Ajung terus menggalakkan upaya pencegahan dini agar kasus DBD tidak meningkat.
Camat Ajung mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan PSN sebagai kebiasaan berkelanjutan, bukan hanya ketika ada edaran atau instruksi pemerintah
“Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. PSN bukan kegiatan sesaat, melainkan gerakan yang harus hidup di tengah masyarakat. Mari kita jaga lingkungan, jaga keluarga, dan jaga kesehatan bersama,” pesannya.Beliau juga menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Ajung akan terus berkoordinasi dengan seluruh kepala desa, kader kesehatan, serta Puskesmas untuk memastikan keberlanjutan program ini agar benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kecamatan Ajung menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor yang efektif.Dengan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat, semangat pencegahan dini terhadap DBD dapat diwujudkan dengan nyata.
Gerakan ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga membersihkan pola pikir — bahwa kesehatan berawal dari kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.Melalui PSN, Kecamatan Ajung membuktikan komitmennya untuk mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, dan bebas DBD.
“Dari Ajung kita mulai, untuk Jember yang lebih sehat dan berdaya,” ujar Camat Ajung menutup arahannya.🩺 Reporter: Tim Redaksi Kecamatan Ajung
📍 Lokasi: Desa-desa se-Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember
🗓️ Tanggal: 31 Oktober 2025