logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Jember Digelar Tanpa Tenda dan Kursi

  • 17 Agustus 2026
  • Dibaca 41 Kali
Bagikan Via:
upacara-penurunan-bendera-hut-ke-81-ri-di-jember-digelar-tanpa-tenda-dan-kursi-20260818

Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Jember Digelar Tanpa Tenda dan Kursi

JEMBER, 17 AGUSTUS 2026 - Upacara penurunan bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Alun-Alun Kabupaten Jember, Senin, 17 Agustus 2026. Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan upacara kali ini. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian upacara tanpa tenda dan kursi.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk semangat kebersamaan sekaligus upaya menghadirkan rasa keadilan dalam pelaksanaan upacara. Seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan peserta lainnya berdiri mengikuti prosesi penurunan Sang Merah Putih.

Sementara itu, fasilitas berupa tenda dan kursi secara khusus disediakan bagi para veteran. Kebijakan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berjasa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain veteran, fasilitas tenda dan kursi juga disediakan bagi ibu-ibu. Sedangkan peserta lainnya mengikuti upacara dalam kondisi berdiri tanpa menggunakan tenda maupun kursi.

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk penerapan asas keadilan yang tidak selalu berarti memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang.

"Memang kita ingin menerapkan asas keadilan, tapi keadilan itu tidak harus sama. Maka kita putuskan bahwa yang ada tenda dan kursinya hanya para veteran dan ibu-ibu," kata Gus Fawait.

Menurutnya, keputusan tersebut telah disepakati bersama oleh jajaran Forkopimda. Seluruh peserta lainnya diminta mengikuti upacara dengan berdiri tanpa menggunakan tenda.

"Yang lain semua sepakat, jajaran Forkopimda semua sepakat untuk tanpa tenda, untuk berdiri. Ini menurut saya sudah semangat kebersamaan yang luar biasa," ujarnya.

Gus Fawait menilai pelaksanaan upacara tanpa fasilitas tenda dan kursi bagi sebagian besar peserta menjadi simbol kebersamaan. Menurutnya, seluruh elemen yang hadir dapat merasakan suasana upacara secara bersama-sama tanpa membedakan satu dengan lainnya.

Di sisi lain, pemberian fasilitas khusus kepada veteran menjadi bagian dari penghormatan terhadap jasa para pejuang. Mereka dinilai memiliki tempat khusus dalam momentum peringatan kemerdekaan karena telah memberikan pengorbanan bagi bangsa dan negara.

Bupati berharap konsep tersebut dapat menjadi tradisi baru dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan seremonial di Kabupaten Jember. Semangat kebersamaan dan keadilan diharapkan terus menjadi prinsip yang dikedepankan pemerintah daerah.

"Mudah-mudahan ke depan tidak ada perbedaan apapun. Dalam pelaksanaan, asas keadilan tetap dikedepankan dan mudah-mudahan ini akan menjadi tradisi baru untuk Kabupaten Jember ke depannya," pungkasnya.

Lurah Kranjingan, Ica Ghea Hernawati, S.STP, M.Si, yang turut hadir dalam upacara penurunan bendera tersebut, mengapresiasi konsep pelaksanaan upacara yang mengedepankan kebersamaan.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa memaknai kemerdekaan ini dengan kebersamaan, tidak hanya dalam upacara, tetapi juga dalam memberikan pelayanan dan bekerja untuk masyarakat," ujar Ica.

Upacara penurunan bendera berlangsung khidmat hingga Sang Merah Putih kembali diturunkan dari tiang bendera. Momentum tersebut sekaligus menutup rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Jember dengan semangat kebersamaan, penghormatan kepada veteran, serta komitmen untuk terus mengedepankan keadilan. (sya)

Galeri Foto