Upaya Tekan Angka Stunting, Kolaborasi "DI CHATTING" Sasar 82 Balita di Tiga Desa Kecamatan Jombang
- 30 Januari 2026
- Dibaca 203 Kali
Bagikan Via:
Upaya Tekan Angka Stunting, Kolaborasi "DI CHATTING" Sasar 82 Balita di Tiga Desa Kecamatan Jombang
JOMBANG, 30 Januari 2026 — Balai Desa Padomasan hari ini menjadi pusat perhatian dalam gerakan kesehatan masyarakat. Melalui program inovatif bertajuk "DI CHATTING" (Soebandi Cegah Kecacatan Akibat Stunting), sinergi antara RSD dr. Soebandi Jember, Pemerintah Kecamatan Jombang, dan Puskesmas Jombang terus digencarkan untuk memutus mata rantai stunting di wilayah tersebut.
Acara ini merupakan tindak lanjut serius dari pemerintah daerah untuk memastikan balita dengan risiko stunting mendapatkan intervensi gizi yang tepat melalui pembagian Susu Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK).
Distribusi Sasar 82 Balita di Wilayah Puskesmas Jombang
Pada giat hari ini, bantuan nutrisi spesifik menyasar puluhan balita yang berasal dari tiga desa. Desa Padomasan sejumlah 31 Balita, Desa Jombang sejumlah 28 Balita, dan Desa Keting sejumlah 23 Balita. Dengan total keseluruhan sejumlah 82 Balita.
Pemberian susu PKMK ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan langkah medis untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan (growth faltering) pada anak-anak yang terindikasi stunting agar tidak mengalami kecacatan permanen di masa depan.
Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan di Desa Padomasan ini merupakan putaran kedua dari rangkaian program "DI CHATTING". Seminggu sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di Desa Wringinagung untuk menjangkau balita dari Desa Wringinagung, Desa Ngampelrejo, dan Desa Sarimulyo.
Pihak RSD dr. Soebandi menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci. Dengan keterlibatan langsung pihak Kecamatan dan Puskesmas, pemantauan terhadap konsumsi susu dan perkembangan berat badan balita dapat dilakukan secara lebih presisi dan tepat sasaran.
"Program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan generasi masa depan Jember tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari risiko kecacatan akibat kurang gizi kronis."