Usai Talkshow “Sekolah Berdaya” di Jember, Kecamatan Kaliwates Siap Jadi Garda Depan Cegah Pernikahan Dini
- 15 April 2026
- Dibaca 145 Kali
Bagikan Via:
Usai Talkshow “Sekolah Berdaya” di Jember, Kecamatan Kaliwates Siap Jadi Garda Depan Cegah Pernikahan Dini
JEMBER, 15 APRIL 2026 – Camat Kaliwates, Kabupaten Jember, Dwi Sunu Arinugroho menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan pernikahan dini melalui penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan, sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam menekan angka pernikahan dini, yang hingga kini masih menjadi tantangan serius dan berdampak pada kualitas pendidikan serta masa depan generasi muda.
“Kami di tingkat kecamatan siap memperkuat sinergi dengan sekolah, tokoh masyarakat, dan keluarga untuk memberikan edukasi berkelanjutan. Pernikahan dini bukan hanya persoalan individu, tetapi persoalan bersama yang harus ditangani secara komprehensif,” ujarnya,
Dwi Sunu menambahkan, keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar upaya pencegahan tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berkelanjutan dan menyentuh langsung lingkungan sosial warga, khususnya di wilayah Kecamatan Kaliwates.
Ia juga menilai pentingnya membangun kesadaran sejak dini melalui pendidikan, baik formal maupun nonformal, agar anak-anak memiliki pemahaman yang kuat dalam merencanakan masa depan.
Sebagai informasi, komitmen tersebut disampaikan menyusul usai diselenggarakannya kegiatan talkshow bertema “Sekolah Berdaya Mengatasi Pernikahan Dini” yang digelar di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Rabu 15 April 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional Najelaa Shihab, Pembina Guru Belajar Foundation, serta dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Ketua TP PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita, para camat, Ketua TP PKK se-Kabupaten Jember, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jember, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember, dan sejumlah kepala dinas.
Dalam pemaparannya, Najelaa Shihab menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman dan berdaya bagi anak untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun keberanian dalam menentukan pilihan hidup.
“Sekolah harus menjadi pusat perubahan, bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga membentuk karakter, kesadaran, dan keberanian siswa dalam menentukan pilihan hidup,” tuturnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang diperkuat hingga tingkat kecamatan, diharapkan upaya pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Jember, khususnya di Kaliwates, dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (as)