Warga Dusun Krasak Terjangkit DBD, Fogging Dijadwalkan Dilaksanakan
- 28 Maret 2026
- Dibaca 207 Kali
Bagikan Via:
Warga Dusun Krasak Terjangkit DBD, Fogging Dijadwalkan Dilaksanakan
jember, 28 Maret 2026 – Warga Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, melaporkan adanya peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan masyarakat, setidaknya terdapat delapan orang yang terjangkit penyakit tersebut, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Salah satu warga, Ibu Anis Istilah, menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di lingkungannya. “Di lingkungan saya RT 1 RW 1 Dusun Krasak, sudah ada yang sakit DBD sampai masuk rumah sakit. Lalu bergantian dalam satu keluarga, keponakan saya, Ibu Balqis, juga terkena. Setelah itu pindah ke keluarga Bapak Ismail, anaknya juga sampai dirawat di rumah sakit. Sekarang pindah lagi ke rumah Ibu Fitriah, suaminya juga masuk rumah sakit,” ungkapnya.
Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait untuk segera melakukan penanganan. “Apakah hal ini sudah cukup untuk dilakukan fogging? Saya mohon bantuan dari pihak manapun yang bisa menyampaikan ini. Terima kasih sebanyak-banyaknya, mohon maaf saya tidak tahu harus melapor ke mana,” tambahnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pada hari ini Sabtu (28/03/2026), Camat Ajung bersama Penjabat Kepala Desa Pancakarya, Kepala Puskesmas Ajung, dan jajaran terkait melakukan kunjungan langsung ke lokasi terdampak. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan asesmen kondisi lapangan serta menentukan langkah penanganan yang tepat guna mencegah penyebaran lebih luas.
Camat Ajung, Muhammad Sifak Beni Kurniawan, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kasus tersebut. “Kami langsung melakukan asesmen ke lokasi bersama pihak desa dan puskesmas. Berdasarkan hasil di lapangan, memang terdapat beberapa warga yang terjangkit DBD sehingga perlu penanganan segera agar tidak meluas,” ujarnya.
Ia menambahkan, fogging akan dilakukan sebagai langkah awal pengendalian, namun masyarakat juga diminta berperan aktif dalam pencegahan. “Fogging dijadwalkan besok, tetapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Ini kunci utama mencegah DBD,” tegasnya.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa lingkungan tersebut berpotensi menjadi area penyebaran nyamuk Aedes aegypti, sehingga diperlukan tindakan cepat. Sebagai langkah penanganan, pihak terkait memutuskan untuk melakukan fogging atau pengasapan.
Pelaksanaan fogging dijadwalkan pada Minggu (29/03/2026) di lingkungan Dusun Krasak. Pemerintah setempat berharap langkah ini dapat menekan penyebaran DBD dan melindungi masyarakat dari risiko yang lebih luas.(Ikh)