Warga Jember Lor dan Relawan Bersikan Rumpun Bambu di Sungai Bedadung
- 01 April 2026
- Dibaca 245 Kali
Bagikan Via:
Warga Jember Lor dan Relawan Bersikan Rumpun Bambu di Sungai Bedadung
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Upaya pencegahan banjir dilakukan warga Kelurahan Jember Lor dengan membersihkan rumpun bambu yang berada di aliran sungai di wilayah RW 25 Wetan Kantor Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang Kabupaten Jember.
Kegiatan ini yang berlangsung sejak kemarin Selasa, 31 Maret hingga hari ini Rabu, 01 April 2026, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat warga sekitar sungai dan instansi terkait seperti dari UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (PSDA WS) Bondoyudo Baru di Lumajang.
Lurah Jember Lor, Moh. Zaim Ilmi, mengatakan, pembersihan dilakukan secara gotong royong bersama PSDA WS, perangkat RT/RW, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan lainnya. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mempercepat proses evakuasi bambu yang menghambat aliran air.
“Rumpun bambu yang ada ditengah sungai dan menghambat aliran sungai ini harus segera dibersihkan, agar aliran sungai kembali lancar. Kalau dibiarkan, bisa memicu luapan air dan berpotensi merendam permukiman warga,” ujarnya.
Menurut Ilmi, Keberadaan rumpun bambu terseret aliran Sungai yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu menyebabkan struktur tanah di bantaran sungai menjadi labil, sehingga bambu mudah roboh dan menutup aliran air.
Sementara itu, Ketua RW 25 Wetan Kantor Jember Lor, Rohkim, menegaskan bahwa kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, terutama di sekitar aliran sungai.
“Kalau tidak segera ditangani, saat hujan deras dampaknya langsung dirasakan warga. Air bisa meluap dan masuk ke rumah-rumah,” katanya.
Rohkim mengungkapkan, wilayah tersebut pernah dilanda banjir besar pada 15 Desember lalu yang berdampak pada 44 kepala keluarga. Namun, kejadian yang dipicu oleh rumpun bambu tumbang seperti saat ini baru pertama kali terjadi.
Ia berharap, melalui sinergi antara warga, Destana, serta dukungan pemerintah, permasalahan tersebut dapat segera diatasi. Selain itu, langkah antisipatif ke depan juga diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami ingin lingkungan tetap aman dan nyaman. Kerja sama seperti ini harus terus dijaga,” tandasnya.
Sementara itu, Amang perwakilan PSDA WS Bondoyudo Baru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif warga dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, langkah cepat ini efektif untuk mengurangi risiko banjir, sekaligus menjadi contoh penanganan berbasis kolaborasi.
“Terutama saat musim hujan, pemantauan rutin kondisi sungai sangat penting guna mencegah terjadinya penyumbatan aliran air di kemudian hari,” pungkasnya. (rus)