Wujudkan Kesejahteraan Pengajar Al-Qur'an, Kecamatan Panti Salurkan Bisyaroh Pemerintah
- 18 Maret 2026
- Dibaca 164 Kali
Bagikan Via:
Wujudkan Kesejahteraan Pengajar Al-Qur'an, Kecamatan Panti Salurkan Bisyaroh Pemerintah
JEMBER, 18 MARET 2026 - Kabar bahagia menyelimuti ratusan pejuang literasi Al-Qur'an di wilayah Kecamatan Panti. Pemerintah Kabupaten Jember melalui otoritas Kecamatan Panti mulai merealisasikan pencairan insentif bagi para guru ngaji secara bertahap. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi konkret pemerintah terhadap dedikasi guru ngaji sebagai garda terdepan pembentukan karakter dan moral generasi muda.
Proses pencairan yang dimulai pada pekan ketiga Maret 2026 ini dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Panti. Pihak kecamatan menerapkan sistem penjadwalan per desa guna menghindari penumpukan antrean sekaligus menjaga ketertiban administrasi.
Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos, M.M, menyampaikan bahwa guru ngaji memiliki peran vital dalam struktur sosial masyarakat Jember, khususnya di wilayah Panti yang religius. Ia menekankan bahwa insentif ini bukanlah "gaji" dalam pengertian komersial, melainkan bentuk bisyaroh atau tanda terima kasih dari negara.
"Kami menyadari nilai nominal yang diberikan mungkin tidak sebanding dengan kesabaran Bapak/Ibu dalam mengajar. Namun, ini adalah komitmen pemerintah untuk hadir dan memperhatikan kesejahteraan para guru ngaji agar tetap semangat menjalankan syiar Islam," ujar Hendra di hadapan para penerima, Rabu 18 Maret 2026.
Pencairan tahap ini mencakup guru ngaji yang tersebar di beberapa desa, mulai dari Desa Panti, Glagahwero, Serut, hingga Desa Pakis dan Suci. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pihak kecamatan telah melakukan validasi data ketat melalui verifikasi lapangan dan pembaruan administrasi kependudukan.
Sistem pencairan dilakukan secara nontunai melalui bank daerah yang bekerja sama dengan pemerintah kabupaten. Para penerima cukup membawa KTP dan buku tabungan yang telah diaktivasi. Strategi nontunai ini diambil untuk memastikan data penerima sinkron dengan sistem pusat, sehingga meminimalkan risiko kesalahan input atau duplikasi data.
Salah satu penerima, Ustaz Mansur dari Desa Serut, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyebutkan bahwa insentif tersebut sangat membantu operasional tempat mengajar, seperti pengadaan Iqra baru atau perbaikan fasilitas sederhana.
"Alhamdulillah, pencairan ini sangat membantu, apalagi saat kebutuhan pokok sedang meningkat. Kami merasa diakui dan diperhatikan, sehingga semangat mengajar pun bertambah," tuturnya.
Ke depan, pemerintah berencana mengadakan program pelatihan metodologi pengajaran Al-Qur'an yang modern. Tujuannya agar santri di wilayah Panti tidak hanya fasih membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai moderasi beragama.
Pihak Kecamatan Panti menegaskan bagi guru ngaji yang belum menerima pencairan pada gelombang pertama agar tidak khawatir. Tim admin kecamatan terus memproses berkas susulan yang masih dalam tahap verifikasi di tingkat kabupaten.
Transparansi menjadi kunci utama dalam proses ini. Kecamatan menyediakan posko pengaduan jika terdapat kendala teknis atau aktivasi rekening. Hal ini menjamin hak para guru ngaji tersalurkan 100 persen tanpa potongan sepeser pun.