logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Sumbersari

Bahas Capaian Kesehatan dan Rencana 2026, Puskesmas Sumbersari Gelar Lokakarya Mini Tribulanan

  • 18 Desember 2025
  • Dibaca 330 Kali
Bagikan Via:
bahas-capaian-kesehatan-dan-rencana-2026-puskesmas-sumbersari-gelar-lokakarya-mini-tribulanan-20251218

Bahas Capaian Kesehatan dan Rencana 2026, Puskesmas Sumbersari Gelar Lokakarya Mini Tribulanan

JEMBER, PPID - UPTD Puskesmas Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menggelar Lokakarya Mini Tribulanan pada Kamis (18/12/2025) di Aula Puskesmas Sumbersari. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai ini dihadiri berbagai pihak lintas sektor untuk membahas capaian program kesehatan dan menyusun rencana tindak lanjut.

Lokakarya ini diikuti Plt. Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP, MM, Ketua TP PKK Kecamatan Sumbersari, serta perwakilan dari tujuh lurah, termasuk Lurah Sumbersari Bhatara Pragusta, ST beserta ketua TP PKK kelurahan. Hadir pula pengawas pendidikan kecamatan, PLKB, KUA, tujuh tokoh agama atau masyarakat, perwakilan RW/RT, dan tujuh kader posyandu.

Kepala UPTD Puskesmas Sumbersari, dr. Dian Alfiyatul Uliyah, menjelaskan bahwa lokakarya mini tribulanan merupakan forum rutin untuk melaporkan hasil kegiatan kesehatan, mengkaji capaian, mengidentifikasi masalah, serta merumuskan solusi bersama lintas sektor. Ia memaparkan inovasi puskesmas, seperti pembukaan poli sore dan malam untuk memudahkan akses masyarakat, termasuk pemegang BPJS, tanpa antrean panjang.

"Walaupun capaian Pelaksanaan PKG belum mencapai target, prosentasenya sudah cukup baik," ujar dr. Dian. Ia juga menyampaikan indikator mutu prioritas, di mana cakupan K1 Murni (kontak pertama ibu hamil dengan tenaga kesehatan pada trimester pertama) baru mencapai 49 persen. "Masih banyak ibu hamil yang tidak terdata," katanya. Selain itu, angka kematian bayi belum mencapai nol.

Dalam kesempatan membuka acara, Plt. Camat Deni Hadiatullah menyampaikan harapannya agar koordinasi lintas sektor semakin meningkat pada 2026, khususnya di bidang kemasyarakatan kesehatan. "Kita diperintahkan membentuk Satgas Kebencanaan di tingkat kecamatan yang diisi Muspika dan unsur lainnya," ungkap Deni. Ia juga meminta laporan cepat jika ditemukan potensi kebutuhan masyarakat pra-sejahtera ekstrem.

Pertemuan ini menghasilkan kesimpulan dan notulen yang memperkuat kerjasama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kecamatan Sumbersari. Di antaranya, bayi baru lahir dan balita berisiko tanpa NIK sebagai syarat pendaftaran UHC akan dibantu kelurahan dan kecamatan.

Pendataan oleh kader, RT, RW terhadap pasangan bertunangan untuk cegah pernikahan siri, dini, dan hamil di luar nikah, khususnya bagi yang di bawah umur, dengan pendampingan kader.

Pemberian PMT penyuluhan di posyandu bekerja sama dengan SPPG terdekat.

Menggalakkan bank sampah bagi ibu-ibu di posyandu untuk majukan operasional posyandu.

Selain itu, salah satu titik tekan lokakarya adalah penguatan dukungan lintas pihak untuk ibu hamil risiko tinggi yang butuh rujukan berencana.

Menurut dr. Dian, syarat UHC bagi masyarakat dengan BPJS mandiri yaitu BPJS nonaktif, pernah akses fasilitas kesehatan pemerintah (rawat jalan/inap), tidak pindah ke swasta, mau kelas 3 tanpa naik kelas, dan jika ada tunggakan, tanda tangani perjanjian cicil hingga lunas.

Acara lokakarya tribulanan hari ini diharapkan menjadi momentum mempererat kolaborasi antarsektor guna mencapai target kesehatan optimal di wilayah Sumbersari.

Galeri Foto