Digitalisasi Data Pendidikan Jadi Prioritas, Dispendik Jember Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Guru dan Tenaga Kependidikan
- 28 Juli 2026
- Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
Digitalisasi Data Pendidikan Jadi Prioritas, Dispendik Jember Gelar Bimtek Pemutakhiran Data Guru dan Tenaga Kependidikan
Jember, 28 Juli 2026 – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Aula Luminor Hotel Jember.
Kegiatan yang mengusung tema "Digitalisasi Tata Kelola Data Guru dan Tenaga Kependidikan untuk Mewujudkan Penyajian Data GTK yang Cepat, Akurat, dan Informatif" tersebut diikuti oleh kepala sekolah dan operator sekolah dari jenjang SD dan SMP se-Kabupaten Jember. Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jawa Timur, Udik Pujianto, sekaligus dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono serta Ketua Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tulus Wijayanto.
Pelaksanaan bimtek ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperkuat tata kelola data pendidikan yang lebih modern. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, kualitas data pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan arah kebijakan pendidikan, mulai dari pemetaan kebutuhan guru, perencanaan anggaran, peningkatan kompetensi pendidik, hingga penyaluran berbagai program pemerintah.
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai pemutakhiran data guru dan tenaga kependidikan secara digital, sekaligus meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan operator sekolah dalam mengelola data yang valid, akurat, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Arief Tjahyono menegaskan bahwa data bukan lagi sekadar administrasi, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pendidikan.
"Hari ini seluruh kebijakan pendidikan lahir dari data. Oleh karena itu saya mengajak seluruh kepala sekolah dan operator sekolah untuk membangun budaya tertib data. Ketika data guru dan tenaga kependidikan diperbarui secara benar, cepat, dan akurat, maka pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan sekolah. Digitalisasi bukan sekadar mengganti kertas menjadi komputer, tetapi mengubah cara kita bekerja menjadi lebih profesional, efektif, transparan, dan akuntabel," ujar Arief Tjahyono.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.
"Saya berharap setelah mengikuti bimtek ini, seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Jadikan data sebagai budaya kerja sehingga pelayanan pendidikan di Kabupaten Jember semakin berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bidang GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Tulus Wijayanto menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk menyamakan persepsi seluruh satuan pendidikan mengenai pentingnya pemutakhiran data GTK.
Menurutnya, masih ditemukan berbagai kendala teknis di lapangan, sehingga melalui bimtek ini seluruh peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif sekaligus solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.
"Tujuan utama bimtek ini adalah memberikan pemahaman kepada kepala sekolah dan operator sekolah terkait proses pemutakhiran data guru dan tenaga kependidikan secara digital. Kami ingin seluruh peserta memahami mekanisme pembaruan data sesuai regulasi terbaru sehingga kualitas data pendidikan Kabupaten Jember semakin baik," jelas Tulus Wijayanto.
Ia menambahkan bahwa kualitas data yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap berbagai layanan pendidikan.
"Data yang valid akan mendukung perencanaan kebutuhan guru, peningkatan kompetensi, pengembangan karier, hingga penyusunan kebijakan pemerintah yang lebih tepat sasaran. Karena itu, kami berharap setelah bimtek selesai peserta langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di sekolah masing-masing," ungkapnya.
Sebagai narasumber dari BPMP Provinsi Jawa Timur, Udik Pujianto memberikan materi mengenai digitalisasi tata kelola data pendidikan, validasi data GTK, sinkronisasi sistem, hingga pentingnya integrasi data dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.
Menurutnya, transformasi digital hanya akan berhasil apabila seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terhadap pentingnya kualitas data.
"Data pendidikan merupakan fondasi dalam pengambilan keputusan. Seluruh program pemerintah, baik pusat maupun daerah, sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki sekolah. Karena itu kepala sekolah dan operator sekolah harus memiliki kompetensi dalam mengelola data secara benar, mulai dari proses input, validasi, hingga pembaruan secara berkala," terang Udik Pujianto.
Ia juga mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Kabupaten Jember yang secara konsisten meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kegiatan pelatihan.
"Saya melihat komitmen Dispendik Jember sangat kuat dalam membangun tata kelola pendidikan berbasis digital. Ini merupakan langkah yang sangat baik untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan berkualitas," katanya.
Selama pelaksanaan bimtek, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung mengenai proses pemutakhiran data menggunakan aplikasi yang digunakan pemerintah. Berbagai studi kasus yang sering terjadi di sekolah dibahas bersama sehingga peserta dapat memahami langkah penyelesaiannya.
Diskusi berlangsung interaktif. Para kepala sekolah dan operator sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi, mulai dari sinkronisasi data, perubahan status guru, hingga validasi informasi tenaga kependidikan.
Salah satu peserta, Kepala SDN Glagahwero 2, Sugianto, mengaku kegiatan ini sangat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas administrasi berbasis digital.
"Bimtek ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kami. Materi yang disampaikan sangat jelas dan aplikatif sehingga kami semakin memahami pentingnya pemutakhiran data secara berkala. Setelah mengikuti kegiatan ini kami lebih percaya diri dalam mengelola data guru dan tenaga kependidikan agar tetap valid serta sesuai dengan kondisi riil di sekolah. Pada akhirnya hal ini akan berdampak pada meningkatnya kualitas pelayanan pendidikan kepada guru maupun peserta didik," tutur Sugianto.
Menurutnya, kolaborasi antara kepala sekolah dan operator sekolah menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas data agar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan bimtek ini sekaligus mempertegas komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dalam mendukung percepatan digitalisasi pelayanan publik di sektor pendidikan. Dengan meningkatnya kompetensi kepala sekolah dan operator sekolah, diharapkan seluruh satuan pendidikan mampu menghadirkan data yang berkualitas sehingga proses perencanaan dan pengambilan kebijakan menjadi semakin tepat sasaran.
Data yang valid juga akan mempermudah proses monitoring dan evaluasi berbagai program pendidikan, sekaligus mempercepat pelayanan kepada guru dan tenaga kependidikan.
Pasca pelaksanaan Bimtek Pemutakhiran Data Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember akan memperkuat pendampingan kepada seluruh sekolah agar hasil pelatihan benar-benar diterapkan dalam pengelolaan administrasi sehari-hari. Monitoring berkala terhadap kualitas data GTK akan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi dan akurasi data.
Ke depan, Dispendik Jember menargetkan terbangunnya ekosistem pendidikan berbasis data (data-driven education), di mana setiap kebijakan mengenai pemerataan guru, peningkatan kompetensi, distribusi program, hingga perencanaan anggaran disusun berdasarkan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BPMP Jawa Timur, kepala sekolah, dan operator sekolah, Kabupaten Jember diharapkan mampu menjadi salah satu daerah yang berhasil mengimplementasikan tata kelola pendidikan digital secara menyeluruh. Transformasi ini bukan sekadar modernisasi administrasi, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang lebih cepat, transparan, adaptif, dan berkualitas demi mewujudkan Jember Baru, Jember Maju. (HZ)