Larang Nyalakan Kembang Api, Bupati Jember Ajak Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Sholawat
- 31 Desember 2025
- Dibaca 367 Kali
Bagikan Via:
Larang Nyalakan Kembang Api, Bupati Jember Ajak Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Doa dan Sholawat
JEMBER, PPID – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tidak merayakan pergantian tahun baru 2026 dengan pesta kembang api maupun petasan. Sebaliknya, malam pergantian tahun diharapkan diisi dengan doa bersama dan sholawat sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, serta daerah lainnya.
Imbauan tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Bupati Jember Nomor 100.3.4.2/775/35.09.21/2025 yang diteken pada 29 Desember 2025. Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh camat, kepala desa/lurah, serta pimpinan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di Kabupaten Jember, Fawait menekankan pentingnya meningkatkan ikhtiar batin melalui doa kepada Allah SWT.
“Di tengah musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan beberapa wilayah lain, sudah selayaknya kita sambut tahun baru dengan penuh khidmat, solidaritas, dan doa bersama demi keselamatan bangsa,” tulis Bupati dalam surat edaran tersebut.
Pemkab Jember menginstruksikan agar kegiatan doa bersama dilaksanakan secara sederhana, tertib, dan khidmat di tingkat kecamatan maupun desa/kelurahan. Pelaksanaan harus dikoordinasikan bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Selain itu, surat edaran secara tegas melarang penggunaan kembang api, petasan, maupun segala bentuk suara bising yang berpotensi mengganggu ketertiban umum maupun membahayakan warga.
Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana mempererat persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta menunjukkan solidaritas kemanusiaan masyarakat Jember terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah.
Hingga Selasa (31/12/2025) sore, sejumlah kecamatan dan desa di Jember telah mulai menyiapkan lokasi doa bersama. Beberapa masjid besar dan tempat ibadah lain dijadwalkan menggelar sholawat dan doa malam pergantian tahun secara terbuka untuk umum.
Kebijakan serupa juga diterapkan di sejumlah daerah lain di Indonesia, termasuk beberapa kota besar yang memilih mengganti pesta kembang api dengan kegiatan keagamaan dan refleksi nasional.
Pemkab Jember menyatakan akan terus memantau pelaksanaan imbauan ini agar berjalan aman, damai, dan sesuai harapan. Masyarakat diminta menjadikan pergantian tahun sebagai momentum untuk berdoa, bersyukur, serta mempererat tali persaudaraan di tengah berbagai ujian yang dihadapi bangsa.