Lurah Karangrejo Door to Door Salurkan BAPANG dan Sosialisasikan UHC Program Unggulan Gus Bupati Jember
- 04 Desember 2025
- Dibaca 200 Kali
Bagikan Via:
Lurah Karangrejo Door to Door Salurkan BAPANG dan Sosialisasikan UHC Program Unggulan Gus Bupati Jember
Karangrejo, 4 Desember 2025 — Pemerintah Kelurahan Karangrejo bersama Puskesos serta para Ketua RT dan RW melakukan kegiatan door to door ke rumah warga. Selain menyalurkan Bantuan Pangan (BAPANG) kepada warga lansia yang terdaftar sebagai pengganti penerima, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Program Universal Health Coverage (UHC), salah satu program unggulan Gus Bupati Jember.
Kegiatan yang berlangsung sejak 10.00 Wib. ini dipimpin langsung oleh Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, SE., bersama jajaran kelurahan. Mereka mendatangi satu per satu rumah warga lansia yang tercatat sebagai penerima bantuan, memastikan bahwa penyaluran tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan. Di saat yang sama, tim juga memberikan edukasi terkait pentingnya Program UHC yang kini menjadi prioritas pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan seluruh warga memperoleh akses kesehatan.
Dalam penjelasannya, Lurah Karangrejo Nachnuzi Luqman, SE. mengatakan bahwa kegiatan door to door dipilih agar tidak ada lansia yang terlewat serta mempermudah mereka yang tidak mampu mendatangi titik distribusi bantuan. “Kami ingin memastikan setiap lansia yang terdaftar menerima haknya. Banyak dari mereka yang sudah tidak kuat berjalan jauh, sehingga pengantaran langsung seperti ini lebih manusiawi dan efektif serta memberi arahan apabila ada keluhan agar untuk segera berobat menggunakan Program UHC agar mereka tidak keberatan terkait biaya pengobatan,” ujarnya.
Bantuan Pangan (BAPANG) yang dibagikan berupa paket sembako seperti beras 20 Kg, minyak goreng 4 Liter. Para petugas RT dan RW yang mendampingi memberikan data penerima secara lengkap untuk menjamin keakuratan distribusi.
Di beberapa rumah, para lansia menyambut kedatangan petugas dengan haru. Mbah jatem (65) warga Rt 01 Rw 13 Lingkungan Plindu Kelurahan Karangrejo, salah satu penerima bantuan, mengaku sangat terbantu. “Saya sudah sulit keluar rumah, apalagi kalau harus antre. Alhamdulillah, pemerintah datang langsung memberi bantuan. Saya merasa diperhatikan,” tuturnya dengan mata berkaca.
Selain menyalurkan bantuan pangan, tim juga aktif mensosialisasikan Program Universal Health Coverage (UHC) yang kini diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini memastikan seluruh warga Jember dapat mengakses layanan kesehatan gratis hanya dengan menggunakan KTP.
Koordinator Puskesos Karangrejo, Ahmad Zainuri Eko R, menjelaskan bahwa sosialisasi UHC sangat relevan bagi kalangan lansia. “Banyak lansia yang tidak memahami bahwa sekarang mereka bisa berobat hanya dengan menunjukkan KTP tanpa harus memikirkan biaya. Karena itu, kami menjelaskan langsung agar mereka merasa lebih aman,” katanya.
Para Ketua RT dan RW menjadi ujung tombak dalam mendata warga lansia yang membutuhkan bantuan. Ketua RW 15, Andik Putra, mengatakan bahwa pendataan dilakukan secara teliti untuk memastikan keakuratan informasi penerima. “Kami mendatangi rumah warga sebelumnya untuk memastikan siapa saja yang memenuhi kriteria. Dengan demikian, bantuan tidak salah sasaran,” ujarnya.
Menurut Andik Putra, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan turun langsung, aparat kelurahan dapat melihat kondisi nyata warga yang selama ini mungkin tidak terpantau.
Warga Karangrejo menyambut baik upaya pemerintah ini. Mereka berharap kegiatan door to door bisa terus dilakukan, terutama untuk layanan yang menyangkut kebutuhan dasar dan kesehatan.
Dengan pelaksanaan kegiatan pada 4 Desember 2025 ini, Pemerintah Kelurahan Karangrejo tidak hanya memastikan bantuan pangan tersalurkan, tetapi juga menegaskan komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif. Langkah konkret ini diharapkan menjadi sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya para lansia yang sering kali berada dalam posisi paling rentan.