logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Tegal Gede

Lurah Tegalgede Jemput Bola Dampingi Anak Putus Sekolah, Upayakan Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Rakyat

  • 11 Mei 2026
  • Dibaca 88 Kali
Bagikan Via:
lurah-tegalgede-jemput-bola-dampingi-anak-putus-sekolah-upayakan-akses-pendidikan-lewat-program-sekolah-rakyat-20260512

Lurah Tegalgede Jemput Bola Dampingi Anak Putus Sekolah, Upayakan Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Rakyat

Jember, 11 Mei 2026 - Kepedulian terhadap masa depan generasi muda kembali ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Tegalgede. Pada Kamis, 7 Mei 2026, Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, bersama Kasi PMKS Suliman dan Pendamping PKH Yofi Ariftiyan Zuhdi yang di dampingi istri ketua RT. 02 RW. 06 melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga Sumiati di wilayah RT 02 RW 06 Kelurahan Tegalgede. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak putus sekolah yang membutuhkan pendampingan dan solusi nyata.

Keluarga Sumiati diketahui baru kembali ke Jember setelah suaminya meninggal dunia. Sebelumnya mereka tinggal di Kabupaten Bandung. Kondisi ekonomi yang semakin sulit pasca wafatnya sang suami membuat Sumiati memutuskan pulang ke kampung halamannya di Jember untuk memulai kehidupan baru bersama ketiga anaknya.

Meski kini tinggal di wilayah Kelurahan Tegalgede, administrasi kependudukan keluarga tersebut masih tercatat di Kelurahan Antirogo. Situasi itu turut menjadi perhatian pemerintah kelurahan agar proses pendampingan sosial dan pendidikan dapat berjalan dengan baik.

Sejak kehilangan tulang punggung keluarga, Sumiati yang tidak memiliki pekerjaan tetap mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anaknya. Akibatnya, ketiga anaknya terpaksa berhenti sekolah. Anak pertamanya, Yola, seharusnya saat ini duduk di bangku kelas 2 SMP, sementara dua adiknya yang masih usia sekolah dasar juga tidak lagi melanjutkan pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Tegalgede bersama Pendamping PKH bergerak cepat melakukan pendekatan persuasif dan pendampingan kepada keluarga Sumiati. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak.

Dalam kunjungan tersebut, Lurah Tegalgede menyampaikan bahwa pemerintah hadir tidak hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi juga sebagai penghubung harapan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Melalui sinergi bersama Pendamping PKH dan program-program sosial dari pemerintah pusat, pihaknya berupaya menjemput bola agar anak-anak dari keluarga rentan tetap dapat kembali mengenyam pendidikan.

Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah memediasi ketiga anak Sumiati agar dapat melanjutkan sekolah melalui program Sekolah Rakyat yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial Republik Indonesia, program prioritas Presiden dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Anak-anak ini tetap memiliki masa depan yang harus diperjuangkan bersama. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan kesempatan untuk kembali sekolah dan meraih cita-citanya,” ujar pihak kelurahan dalam kegiatan tersebut.

Kunjungan itu pun menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pendamping sosial, serta masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan angka putus sekolah dan membuka kembali harapan bagi keluarga yang tengah menghadapi kesulitan hidup.

Galeri Foto