logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Tempurejo

Makna Tepuk Sakinah bagi Catin Tempurejo, Jaga Cinta dan Kepercayaan dalam Rumah Tangga

  • 12 Mei 2026
  • Dibaca 87 Kali
Bagikan Via:
makna-tepuk-sakinah-bagi-catin-tempurejo-jaga-cinta-dan-kepercayaan-dalam-rumah-tangga-20260512

Makna Tepuk Sakinah bagi Catin Tempurejo, Jaga Cinta dan Kepercayaan dalam Rumah Tangga

JEMBER, 12 MEI 2026 - Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Tepuk Sakinah digelar sebagai upaya membekali calon pengantin (catin) di Kecamatan Tempurejo dalam membangun rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan dilandasi kepercayaan. Dari total 14 pasangan yang terdaftar, sebanyak tujuh pasangan hadir mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai bidang untuk memberikan pemahaman mengenai kehidupan rumah tangga, mulai dari pentingnya komitmen pernikahan hingga kesehatan reproduksi.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tempurejo, Abdul Ghofur, S.Ag., M.Sy., menegaskan bahwa pembinaan awal perkawinan sangat penting sebagai bekal sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, pernikahan bukan sekadar seremoni, melainkan membutuhkan kesiapan mental, tanggung jawab, serta kemampuan menjaga keharmonisan keluarga.

“Rumah tangga yang sakinah tidak hanya dibangun dengan cinta, tetapi juga dengan tanggung jawab dan saling pengertian,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Zulfa Insyiyah, S.Ud., menjelaskan bahwa inti dari pernikahan adalah membangun dan menjaga komitmen bersama.

“Pernikahan yang paling penting adalah membangun komitmen. Ijab kabul merupakan prosesi paling sakral sebelum memulai komitmen nyata dalam kehidupan rumah tangga,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga cinta dan kepercayaan menjadi fondasi penting dalam kehidupan suami istri. Komitmen dalam rumah tangga, lanjutnya, berarti menjaga janji suci hingga maut memisahkan, memiliki visi hidup yang jelas, menjaga kepercayaan pasangan, serta konsisten dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Suami dan istri harus saling menguatkan dalam setiap kesulitan yang dihadapi agar rumah tangga tetap kokoh,” tambahnya.

Selain materi keagamaan dan pembinaan keluarga, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang disampaikan oleh Koordinator PLKB Kecamatan Tempurejo, Samsi, S.Sos. Dalam materinya, ia menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Melalui pembinaan tersebut, para calon pengantin diharapkan mampu memahami makna pernikahan yang sesungguhnya, tidak hanya sebagai ikatan resmi, tetapi juga komitmen jangka panjang untuk saling menjaga, menghargai, dan membangun keluarga yang harmonis.

Galeri Foto