Dorong Sinergi hingga Kecamatan, TP PKK Jember Minta Program Pengasuhan Anak Bukan Sekadar Seremonial
- 09 Agustus 2026
- Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
Dorong Sinergi hingga Kecamatan, TP PKK Jember Minta Program Pengasuhan Anak Bukan Sekadar Seremonial
JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 – Membangun keluarga yang tangguh tidak lepas dari upaya memberdayakan perempuan serta menjamin anak tumbuh di lingkungan yang aman. Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan pemberdayaan keluarga yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Sabtu 08 Agustus 2026.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat peran perempuan dan perlindungan anak.
"Pemberdayaan perempuan bukan sekadar memberikan ruang untuk berkembang, melainkan juga memperkuat kapasitas mereka dalam keluarga dan masyarakat," ujar sosok yang akrab disapa Ning Ghyta tersebut. Menurutnya, perempuan memegang peran strategis sebagai penggerak perubahan positif di lingkungan sekitar.
Selain pemberdayaan perempuan, Ning Ghyta menegaskan bahwa perlindungan anak memerlukan perhatian berkelanjutan. Anak merupakan fondasi masa depan daerah yang wajib dijaga bersama.
"Keluarga dan lingkungan sekitar harus menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, kader PKK, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas," tegasnya.
Dukungan terhadap agenda strategis ini juga datang dari tingkat bawah. Ketua TP PKK Kecamatan Patrang, Erna Ajib Puspitarini, hadir langsung untuk memperkuat komitmen pelaksanaan program di wilayahnya.
Erna menilai kedekatan kader PKK dengan warga menjadi modal utama dalam mengedukasi masyarakat terkait pola pengasuhan dan ketahanan keluarga. Sebab, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.
"Kehadiran kami menjadi sarana memperkaya wawasan sekaligus menegaskan komitmen TP PKK Kecamatan Patrang. Pemenuhan hak anak serta pola asuh yang ramah anak adalah tanggung jawab kolektif," kata Erna di sela-sela kegiatan.
Melalui forum ini, gerakan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terwujud dalam aksi nyata di lapangan.
"Ketika perempuan diberdayakan, keluarga akan semakin kuat. Ketika anak-anak kita dilindungi, saat itulah kita sedang mempersiapkan masa depan Jember yang lebih baik," pungkas Ning Ghyta. (naf)