logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

MONITORING DAN EVALUASI HASIL PELATIHAN PENGOLAHAN UBI JALAR DI KELOMPOK WANITA TANI RENGGANIS DESA PAKIS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER

  • 15 September 2023
  • Dibaca 496 Kali
Bagikan Via:
monitoring-dan-evaluasi-hasil-pelatihan-pengolahan-ubi-jalar-di-kelompok-wanita-tani-rengganis-desa-pakis-kecamatan-panti-kabupaten-jember

MONITORING DAN EVALUASI HASIL PELATIHAN PENGOLAHAN UBI JALAR DI KELOMPOK WANITA TANI RENGGANIS DESA PAKIS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER

Pada hari Selasa, 12 September 2023 Pukul 12.00 WIB bertempat di rumah Ketua Gapoktan Kemundungan Desa Pakis yaitu Bapak Maruf telah dilaksanakan monitoring dan evaluasi hasil dari pelatihan pengolahan ubi jalar. Pelatihan pengolahan ubi jalar tersebut dilaksanakan oleh KWT Rengganis dan merupakan program kerja dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BPPP) Ketindan Lawang, Malang. Kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut dihadiri oleh 2 orang dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BPPP) Ketindan Lawang Malang, 4 orang Penyuluh Pertanian BPP Bangsalsari, 1 orang dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jember, Ketua Kelompok Wanita Rengganis, Ketua Gapoktan Kemundungan, serta adik-adik mahasiswa Universitas Jember yang sedang melakukan magang.

Hasil dari kegiatan monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan yaitu berupa produk makanan Klepon Ubi Jalar, Keripik Kuping Gajah, serta Tepung Ubi Jalar. Produk-produk tersebut memperoleh respon positif oleh pihak BPPP Ketindan Lawang. Kendala yang dihadapi oleh anggota Kelompok Wanita Tani Rengganis yaitu pada pengemasan yang masih menggunakan sealer (manual), pemasaran yang bersifat konvensional, serta produk yang tidak tahan lama dikarenakan sifat dari keripik mudah rapuh. Pihak BPPP Ketindan Lawang memberikan solusi mengenai pengolahan yang baik yaitu menggunakan vacum frying karena dapat memberikan ketahanan dari sisi pigmen, zat gizi yang diatur, irisan buah, serta rasa. Untuk pengemasan yang menarik perlu adanya pelatihan kembali seperti pengemasan menggunakan alumunium foil atau standing pouch.

Minat konsumen yang paling banyak diminati ialah produk Kuping Gajah sehingga KWT Rengganis melakukan sistem Pre-Order untuk kebutuhan para konsumen. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti dengan pembuatan platform online sebagai pasar yang banyak diminati oleh konsumen. Rencana kedepan yang dilakukan oleh KWT Rengganis yaitu dapat memperbanyak inovasi pengolahan produk makanan seperti pembuatan cilok dari tepung ubi jalar, pembuatan bubur, biji durian dibuat menjadi tepung, serta pembuatan cococrunh yang renyah. Inovasi-inovasi tersebut tentunya tidak lepas dengan adanya pelatihan dari pihak pemerintah dan akademisi. Sehingga, dengan adanya monitoring dan evaluasi tersebut pihak BPP Ketindan Lawang dapat memberikan respon bahwa perlu adanya sosialisasi dan pelatihan kembali mengenai pengembangan pengolahan dan pemasaran, perizinan produk serta teknik pengemasan.