Peringati Harkitnas, Muspika Gumukmas dan Dishub Jember Gelar Gowes Bareng Kampanyekan Larangan Sepeda Listrik bagi Anak
- 20 Mei 2026
- Dibaca 166 Kali
Bagikan Via:
Peringati Harkitnas, Muspika Gumukmas dan Dishub Jember Gelar Gowes Bareng Kampanyekan Larangan Sepeda Listrik bagi Anak
JEMBER, 20 MEI 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gumukmas bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember menggelar kegiatan sepeda bersama atau gowes bareng, pada Rabu 20 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas ini, diikuti secara antusias oleh jajaran Muspika Kecamatan Gumukmas serta perwakilan dari Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.
Kegiatan dimulai dengan pemberangkatan rombongan dari halaman kantor Kecamatan Gumukmas dan berakhir di lokasi tujuan, yaitu halaman SD Negeri Menampu 03.
Seluruh peserta yang hadir bersepeda menggunakan sepeda kayuh konvensional, menempuh rute perjalanan yang dirancang sedemikian rupa agar melewati titik-titik keramaian warga. Hal ini dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan dapat tersebar luas dan diterima langsung oleh masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui.
Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa tujuan utama diselenggarakannya kegiatan gowes bareng ini bukan sekadar olahraga atau seremonial semata, melainkan sebagai sarana kampanye bertema “Keselamatan: Stop Penggunaan Sepeda Listrik bagi Anak di Bawah Umur”.
Kampanye ini dipilih dan digaungkan tepat di lingkungan SD Negeri Menampu 03, sebagai bentuk perhatian serius terhadap maraknya penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak usia sekolah dasar yang belakangan ini menjadi sorotan utama serta menimbulkan kekhawatiran banyak pihak terkait keselamatan jiwa anak-anak.
“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai pengingat yang sangat penting, bahwa keselamatan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pihak sekolah, maupun para orang tua dan masyarakat luas,” tegas Dannie Allcholin.
"Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai bukan hanya sebagai kebangkitan semangat bernegara, tapi juga kebangkitan kepedulian kita dalam menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa dari segala ancaman bahaya, termasuk risiko kecelakaan di jalan raya," sambungnya.
Ia menambahkan, pemilihan penggunaan sepeda kayuh konvensional dalam kegiatan ini memiliki makna simbolis yang mendalam. Sebagai bentuk semangat dan kepedulian, rute gowes bersama ini dimulai dari Kecamatan Gumukmas dan berakhir di SD Negeri Menampu 03 dengan menggunakan sepeda kayuh.
“Selain bermanfaat untuk menyehatkan tubuh dan menjaga kebugaran, bersepeda kayuh juga menjadi contoh nyata bahwa alat transportasi yang aman, murah, dan ramah lingkungan sebenarnya bisa dimulai dari diri kita sendiri dan diterapkan sejak dini,” ujarnya.
Lebih lanjut Dannie menjelaskan, sepeda listrik memang dianggap menyenangkan, praktis, dan cepat, namun ada aturan main serta ketentuan keselamatan yang perlu dipahami dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat, khususnya para orang tua.
Anak-anak di bawah umur, menurutnya, secara fisik maupun psikologis belum memiliki kemampuan, kematangan emosi, serta pengalaman yang cukup untuk mengendarai sepeda listrik di jalan umum yang rawan akan risiko dan memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang beragam.
“Mari menjadi orang tua dan masyarakat yang bijak! Anak-anak kita belum mengerti sepenuhnya risiko yang ada di jalan raya, belum mampu mengambil keputusan cepat saat menghadapi bahaya, dan belum memiliki kewaspadaan tinggi. Mengizinkan mereka mengendarai sepeda listrik sama saja dengan menempatkan mereka dalam bahaya. Mari kita jaga dan lindungi mereka dari risiko kecelakaan yang bisa merugikan masa depan mereka,” imbau Dannie dengan tegas.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menyampaikan pesan keselamatan ini kepada keluarga, kerabat, maupun tetangga di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Bersama-sama kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan penuh kepedulian untuk generasi penerus bangsa. Jangan sampai kepraktisan dan kemudahan justru berujung pada penyesalan di kemudian hari,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Jember, Dian Eka Tauristiana, yang turut hadir dan memimpin langsung rombongan Dishub dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kecamatan Gumukmas dan pihak sekolah atas inisiatif serta kerja sama yang baik dalam menyosialisasikan aturan dan keselamatan berlalu lintas.
Menurut Dian, fenomena penggunaan sepeda listrik oleh anak di bawah umur saat ini menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama, mengingat tingginya angka kejadian kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak pengendara sepeda listrik dalam kurun waktu terakhir.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pengendara kendaraan bermotor, termasuk sepeda listrik yang memiliki kecepatan dan tenaga tertentu, wajib memiliki usia yang cukup, memiliki pengetahuan memadai tentang rambu lalu lintas, serta menguasai teknik berkendara yang aman dan benar.
“Sepeda listrik dikategorikan sebagai sarana perhubungan yang bergerak cepat. Anak-anak di bawah umur belum memenuhi syarat kompetensi berkendara. Penggunaannya di jalan raya sangat berisiko tinggi, baik bagi diri anak itu sendiri maupun bagi pengguna jalan lainnya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan kembali bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Kita tidak boleh mengkompromikan keselamatan anak demi kemudahan atau tren semata,” ujar Dian.
Pihaknya juga menyatakan bahwa Dinas Perhubungan akan terus melakukan sosialisasi, edukasi, dan pembinaan secara berkelanjutan ke berbagai wilayah dan sekolah-sekolah di Kabupaten Jember. Selain itu, pendekatan persuasif kepada para orang tua akan terus dilakukan agar mereka memahami tanggung jawabnya dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anak dalam menggunakan alat transportasi yang aman dan sesuai dengan usia serta kemampuan mereka.
“Kami berharap pesan yang disampaikan melalui kegiatan gowes bareng ini dapat menancap kuat di hati setiap orang tua. Mengingat Hari Kebangkitan Nasional, mari kita bangkitkan kesadaran hukum dan keselamatan kita. Biarkan anak-anak menikmati masa kanak-kanak mereka dengan aman, bermain dan bersepeda dengan alat yang tepat dan sesuai kemampuan mereka. Jangan biarkan kelalaian kecil mengubah masa depan mereka,” pungkas Dian. (rir)